Cara Paling Umum yang Digunakan Hacker untuk Meretas suatu Akun

Cara Paling Umum  yang Digunakan Hacker untuk Meretas suatu Akun – Apakah anda pernah merasa jika akun social media yang anda miliki tiba-tiba tidak dapat digunakan dan bahkan ketika hendak memverifikasinya melalui email akun tersebut tetap saja tidak dapat terdeteksi? Jika memang demikian maka bisa jadi hal itu adalah ulah dari para hacker yang sengaja meretas akun anda dan kemudian menonaktifkannya ataupun mengganti seluruh passwordnya untuk kemudian dipergunakan secara pribadi.

Untuk itulah agar dapat mencegah hal semacam itu terjadi kepada anda maka disini akan dibagikan ulasan seputar cara-cara apa saja yang biasanya digunakan para hacker untuk meretas akun para korbannya, berikut ulasannya:

Cara yang digunakan oleh para hacker untuk meretas suatu akun

1. Mengirimkan email
Cara paling umum yang pertama dan paling sering digunakan oleh para hacker untuk meretas akun dari korbannya adalah dengan mengirimkan email. Email yang dimaksud disini bukanlah email pada umumnya yang berisikan isi dan subject yang jelas, melainkan email yang dikirim para hacker adalah email dengan subject, nama pengirim, dan isi yang tidak jelas pula yang mana sebenarnya isi dari email tersebut adalah virus dan trojan.

Email berisikan virus dan trojan itulah yang kemudian nantinya dimanfaatkan oleh para hacker untuk memperoleh berbagai informasi dari komputer anda, termasuk dengan password dari akun-akun internet yang ada. Oleh karena itu bijaklah ketika hendak membuka sebuah email, jika anda merasa tidak mengenal pengirim ataupun subject dari email tersebut maka sebaiknya hiraukan saja ataupun langsung menghapusnya.

2. Phising

Cara kedua yang paling sering digunakan oleh para hacker untuk melancarkan aksi hacking-nya adalah dengan melakukan Phising. Teknik phising ini adalah teknik yang digunakan oleh para hacker dengan memanfaatkan sebuah software yang dapat membuat sebuah halaman Log In akun palsu dari sebuah akun seperti misalnya twitter, facebook, atau gmail yang nantinya dikirimkan kepada korbannya.

Dalam hal ini dapat dikatakan sang korban tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang di-hack karena phising yang dikirimkan oleh hacker tadi benar-benar menampilkan sebuah halaman Log In yang mirip dengan  halaman resmi dari sebuah akun social media sehingga sang korban pun akan langsung menuliskan Username beserta Password pada halaman tersebut.

Oleh karena itu jika anda merasa tidak sedang membuka sebuah website social media namun secara tiba-tiba muncul halaman dari website tersebut maka patut untuk dicurigai karena bisa jadi itu adalah Phising yang dikirimkan oleh para hacker.

3. Teknik interaksi
Teknik selanjutnya yang biasa digunakan oleh para hacker untuk meng-hack sebuah akun adalah dengan berinteraksi secara langsung dengan korbannya. Dalam hal ini para hacker biasanya akan membujuk korbannya sehingga pikiran dari sang korban pun terpengaruh dan kemudian secara sukarela memberikan seluruh username dan password dari setiap akun yang dimilikinya.

4. Teknik menebak

Cara terakhir dan cara yang sebenarnya juga cukup ampuh untuk digunakan para hacker dalam proses hacking-nya adalah dengan teknik menebak. Dalam teknik ini biasanya para hacker akan menebak setiap kemungkinan dari password yang digunakan sang korban untuk setiap akun-akunnya.

Sang hacker juga tidak akan asal menebak melainkan sebelumnya sudah mensurvei password apa saja yang sekiranya memungkinkan digunakan oleh korbannya. Oleh karena itu hindari menggunakan password-password umum seperti misalnya nama anda, tanggal lahir, atau mungkin alamat rumah sehingga anda dapat terhindar dari teknik hacking semacam ini.

Demikianlah ulasan seputar informasi cara-cara yang biasanya digunakan oleh para hacker untuk meng-hack para korbannya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *