Lebih Dekat Dengan Rudal MBDA CAMM

DuniaTeknologi.Info – Pengembangan Rudal MBDA CAMM ( Rudal Modular Anti Udara Umum ) dibawah kementrian pertahanan Inggris dengan budget senilai 483 juta pounsterling atau senilai US$ 600 juta untuk MBDA.Tujuan MBDA Camm di bentuk untuk menyediakan generasi terbaru pengganti sistem pertahanan udara tua sea wolf SAM yang diperkenalkan pada akhir 1970 dan awal 1980 di bawah program sistem pertahanan wilayah udara lokal masa depan (FLAADS).

Pada September 2013, MBDA telah sukses melakukan uji coba peluncuran pertama CAMM. Pada bulan Oktober tahun 2013, Selandia Baru memilih CAMM untuk digunakan pada dua frigat ANZAC-nya. Kontrak ini ditandatangani pada Mei 2014. Menjelang akhir 2014 pada bulan November, Brasil mengatakan bahwa mereka akan mengadopsi CAMM untuk digunakan onboard pada frigat ringan generasi baru Tamandare, yang pertama diharapkan akan dikirim pada 2019. Rudal CAMM diharapkan akan masuk layanan Inggris pada tahun 2016.

Dari sudut pandang konseptual, MBDA CAMM adalah sistem teknologi serbaguna. Selain meningkatkan pertahanan pangkalan Angkatan Laut, CAMM dapat dikonfigurasi untuk digunakan dari darat. Rudal CAMM dapat disebarkan melalui sel sistem peluncuran vertikal (VLS) dan kompatibel dengan sistem VLS Lockheed Martin Mk.41 yang telah diadopsi secara luas. CAMM juga dapat digunakan pada platform VLS Eropa, SYLVER yang mana meningkatkan adopsi Angkatan Laut.

Teknologi cerdas CAMM memanfaatkan pencari aktif radar-homing (ARH). Hal ini berbeda dengan banyak sistem SAM yang masih menggunakan semi aktif radar homing (SARH), tergantung pada radar berbasis permukaan untuk ‘menandai’ atau ‘menerangi’ target agar dapat diikuti rudal layak rudal dapat dikendalikan dengan sesuatu yang disudah di marking target yang akan dibidik.

Sebaliknya, radar berada permukaan dapat memberikan titik lokasi untuk sistem navigasi inersia (INS) yang dapat dicapai CAMM, dan dalam tahap terminal pencari ARH akan mengambil alih peran pemandunya. Hal ini membebaskan radar permukaan dari panduan lebih lanjut, yang mana menyediakan sebuah kemampuan “tembak-dan-lupakan”.

Menurut MBDA, rudal CAMM memiliki jangkauan lebih dari 25 km, beratnya 99 kg, panjang 320 cm, diameter 166 mm, dan terbang pada kecepatan supersonik. MBDA memposisikan pencari ARH dan desain yang kompak pada CAMM sebagai karakteristik ideal untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara pada kapal perang kecil seperti korvet dan frigat ringan. Bahkan, pencari ARH meniadakan kebutuhan untuk radar target iluminasi  tambahan biaya dan ruang pada kapal.

Hal ini penting mengingat bahwa sebagian besar kapal perang permukaan dengan kapasitas 3.000 ton keatas saat ini mampu dilengkapi dengan pertempuran anti-udara (AAW). MBDA merupakan “low procurement and through-life costs” yang dimiliki rudal CAMM sebagai salah satu keunggulan yang kompetitif. Rudal CAMM Extended Range (CAMM-ER) juga masih berada  jalur pengembangan dengan jangkauan diatas 45 km.

Meskipun jangkauan Rudal CAMM adalah 25 km, namun menurut laporan IHS Jane dalam sebuah uji coba yang dilakukan, ternyata rudal ini memiliki kemampuan menjangkau sasaran hingga 60 km. Rudal CAMM juga dapat ditembakkan yang dapat bersamaan ditembakkan (disebar) dalam format quad-pack (tersedia solusi VLS kompatibel untuk pengguna akhir). Dengan kata lain, kapal perang permukaan kecil berpotensi membawa setidaknya 32 unit CAMM aktif.

Rudal MBDA CAMM adalah bagian dari generasi sistem SAM yang memanfaatkan pencari ARH serta airframe kompak. Rudal CAMM setara dengan produk MBDA lainnya yaitu Rudal Israel-India Barak-8, Rudal Aster-15,  Rudal Afrika Selatan Umkhonto-EIR dan Rudal Turki Hisar-O.

Tentu saja, tidak seperti dua rudal terakhir yang sedang dalam pengembangan (Umkhonto-EIR dan Hisar-O), Rudal MBDA CAMM saat ini sudah diambang layanan, dan pada gilirannya dapat dipasarkan sebagai salah satu solusi rudal yang dapat bersaing dengan Rudal MBDA Aster-15, yang baru-baru ini menambahkan Qatar sebagai salah satu penggunanya.

MBDA Aster-15 dan Rafael/Bharat Dynamics Barak-8 mengambil manfaat dari paket sensor yang ada. Dengan kata lain, sama seperti Thales dan Leonardo serta Elta hadir untuk memasangkan radar dan solusi manajemen tempur mereka dengan Aster-15 dan Barak-8.

Atribut ini memungkinkan solusi SAM efektif memiliki kemampuan penyebaran onboard, kapal tempur permukaan kecil, bahkan berpotensi menyerang kapal serang dengan cepat. Sebagai dampaknya, Angkatan Laut berpotensi untuk mulai menyebarkan solusi multi-misi yang kredibel pada pengadaan dan biaya operasional yang lebih rendah.

Demikian lah kecanggihan yang kita coba kenal Lebih Dekat Dengan Rudal MBDA CAMM.

Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *