Lenovo Umumkan Laptop 13,3 Inci dengan Layar OLED yang Dapat Dilipat

DuniaTeknologi.Info – Dalam waktu dekat ini beberapa perusahaan besar mulai mengembangkan perangkat dengan layar fleksibel, Lenovo tak ingin ketinggalan dan perusahaan kini mengumumkan laptop lipat pertama di dunia yang mengusung layar OLED 13,3 inci yang dapat dilipat bahkan mendahului windows. Laptop yang menjalankan sistem Android ini tidak buru-buru dirilis oleh perusahaan, karena perusahaan ingin melakukan tes dua kali lebih banyak seperti pada engsel layar dan bakal dirilis sebagai perangkat ThinkPad X1 pada semester pertama tahun 2020.

Layar yang digunakan oleh laptop ini adalah panel LG Display dengan resolusi 2K dan yang dapat dilipat ke dalam untuk melindungi layar. Setengah dilipat, berfungsi seperti laptop dengan “layar” di bagian atas dan keyboard di layar di bagian bawah. Ketika dibuka, Anda mendapatkan layar dengan aspek rasio 4:3.

Laptop ini juga disokong oleh stylus Wacom yang berada di sisi perangkat dan Anda dapat menggunakannya dengan keyboard Bluetooth juga. Ini jauh lebih kecil daripada laptop biasa yang mempunyai layar 13,3 inci. Tidak seperti laptop dual-screen Yoga Books kepunyaan Lenovo, Anda dapat menggunakan layar secara utuh karena tidak ada bezel di tengah.

Untuk dapur pacunya, laptop ini bakal ditenagai oleh prosesor Intel yang kemungkinan CPU ULV. Disamping itu, belum ada informasi lain lagi seputar spesifikasi yang akan dibawanya dan berapa harga yang dibanderol. Tentu semakin mendekati hari peluncuran, detail seperti harga dan spesifikasi akan bermunculan.

Dikutip dari The Verge, laptop ini juga disertai case dengan sebuah pen atau stylus dari Wacom. Sistem operasinya diketahui Windows 10 dan salah satu port-nya mendukung USB Type-C. Rencana Lenovo bakal memasarkan perangkat ini pada tahun depat jauh lebih cepat dari perkiraan Intel, yang memprediksi teknologi laptop dengan layar lipat bakal hadir dua tahun lagi.
Argumennya, perusahaan mikroprosesor PC terbesar di dunia ini masih sedang mengeksplorasi teknologi layar dengan para produsen panel dan pengguna akhir. “Sekarang sedang merintis jalan, berusaha memahami kemampuan dan keterbatasan teknologi [layar yang dapat dilipat],” kata Joshua D. Newman, General Manager Intel pada pekan lalu di sela-sela simposium Intel di Taipei dikutip Nekkei Asian Review. Dijelaskan olehnya,
Intel melihat potensi teknologi layar lipat dapat mengubah pengalaman pengguna laptop, namun penelitian yang mencakup elemen tepat untuk pengguna akhir masih dalam tahap awal. Intel saat ini sedang meneliti teknologi tersebut bersama produsen panel ternama, seperti Sharp, LGBOE, termasuk Samsung. Kesulitan pengembangan teknologi ini diestimasi membutuhkan waktu yang cukup panjang yakni  dua tahun untuk mewujudkannya. Walaupun begitu, kata Newman, tak menutup peluang untuk mempercepat pengembangannya. “Jika penelitian menunjukkan pengalaman pengguna yang positif, Intel dan mitra ekosistemnya bakal mempercepat pengembangan produk,” tutup Newman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *