Unggahan pengemis ‘like’ dan ‘share’ bakal dihapus dari Facebook

Unggahan berupa gambar atau postingan tulisan yang diakhiri permintaan “like” dan komentar “amin” pasti sudah sering Anda lihat di beranda Facebook. Begitu juga dengan postingan dengan perintah “tag teman Anda yang seperti ini” atau “sebut teman Anda yang begini”, unggahan demikian dikenal sebagai engagement bait dan click bait. Unggahan pengemis ‘like’ dan ‘share’ bakal dihapus dari Facebook karena beberapa alasan.

Menurut Urban Dictionary, click bait atau jebakan klik yaitu link yang menarik perhatian mata di website yang mendorong orang untuk mengeklik dan membacanya. Jebakan klik biasa dilakukan oleh pengiklan online untuk menarik klik dan jumlah penonton pada halaman mereka. Persaingan ketat untuk menduduki posisi Top Post menyebabkan pengiklan melakukan segala cara. Dengan judul seperti berita, gambar yang mengundang simpati, dan permintaan like, comment, dan share, membuat postingan ini naik terus ke permukaan.

Dikutip dari The Verge, mulai akhir 2017, media sosial ini akan menghapus unggahan yang menggiring pengguna lain untuk menekan “like”, memberi komentar, dan membagikannya. Tetapi, unggahan tersebut masih muncul karena pengguna mempermainkan algoritma Facebook. Kebijakan ini akan dilaksanakan dengan pengecualian bagi perusahaan atau lembaga yang benar-benar mengumpulkan donasi untuk membantu sesama. Ratusan ribu unggahan telah ditinjau ulang oleh Facebook. Pihak Facebook juga akan menerapkan teknologi machine learning untuk mendeteksi unggahan berupa permintaan like, komentar, atau share.

Di balik unggahan meminta “like” ini, ternyata ada indikasi kejahatan yang dilakukan oleh page tersebut. Daylan Pearce seorang ahli mesin pencari asal Australia, sebagaimana dikutip oleh Tekno Liputan 6 menjelaskan cara kerja penipuan ini. Awalnya page pelaku scam membuat unggahan mengemis “like”, kemudian pada jumlah minimal 100.000 like, page tersebut dijual untuk kepentingan bisnis pembelinya. Page mengemis yang pada mulanya membahas penyakit berbahaya atau bencana, setelah dijual akan menjadi akun bisnis yang menguntungkan pemiliknya. Biasanya, mereka yang membeli page dengan banyak like, ialah mereka yang ingin populer secara instan.

Selain mengurangi unggahan demikian, Facebook juga menghapus konten dengan ujaran kebencian, spam, menyesatakan dan sensasional. Tujuannya untuk menghadirkan konten bermutu bagi pengguna.

Pengguna juga mempunyai hak untuk memblokir akun yang mengganggu. Unggahan yang cenderung memaksa dapat dikategorikan sebgai spam. Unggahan seperti ini kadang muncul dalam Top Post sehingga menghalangi unggahan yang penting seperti penggalangan dana, petisi, rekomendasi perjalanan atau permintaaan bantuan.
Akun atau page yang melakukan ini terancam akan dihukum blokir oleh Facebook selama beberapa minggu. Hukuman ini untuk sementara agar memberi ruang melakukan perbaikan bagi pengguna yang melakukannya. Facebook berjanji untuk meningkatkan layanan dan memberantas engagement bait. Juga mengkaji kembali algoritma agar tidak bersahabat dengan unggahan yang bersifat klik bait, spam dan sampah beranda yang lain.

Sebelumnya, Facebook sudah meluncurkan fitur Snooze yang berfungsi untuk membatalkan pertemanan atau memblokir secara sementara. Selama 30 hari pengguna bisa terbebas dari unggahan yang tidak penting dari page atau akun tertentu yang tidak disukai. Selain mengunfollow pengguna, fitur Snooze dapat digunakan untuk memutus page atau grup yang tidak ingin diikuti lagi sementara waktu.

Informasi tentang unggahan pengemis ‘like’ dan ‘share’ bakal dihapus dari Facebook tentu saja akan membuat para pelakunya merasa resah. Sebaliknya, pengguna Facebook pada umumnya merasa senang karena bebas dari gangguan postingan yang tidak bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *