Mengenal Robot ROV: Ada 5 Fakta Menakjubkan!

Saat Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di perairan danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2018 lalu, Badan SAR Nasional menggunakan ROV. ROV atau Remotely Operated-underwater Vehicle ini digunakan untuk mendeteksi kapal atau logam sehingga bisa mengevakuasi korban KM Sinar Bangun yang berada di dasar danau. Meskipun begitu bermanfaat luar biasa, tak banyak yang cukup mengenal robot ROV ini.

Mengenal Robot ROV, si Robot Pencari Bawah Air

Sekedar informasi, robot ROV pertama kali dipakai oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Dua dekade kemudian, ROV dipakai untuk industri minyak dan gas lepas pantai hingga kemampuannya meningkat. Supaya jauh lebih mengenal robot ROV, berikut ini lima faktanya yang menakjubkan:

  1. Bisa Menyelam Sangat Dalam

Seperti namanya, robot ROV memang dirancang untuk beroperasi pada kedalaman laut. Sehingga bisa disebut kalau ROV ini memiliki ketahanan atas tekanan laut yang semakin ke dasar bakal semakin tinggi. ROV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bahkan memiliki kemampuan mendeteksi hingga kedalaman 1.000 meter.

Tak heran saat tim SAR menggunakannya untuk menelusuri danau Toba sedalam maksimal 500 meter, robot ROV itu tetap bisa bekerja dengan baik. Dengan mengenal robot ROV lewat kemampuan selamnya, tentu bisa menentukan akan menggunakan ROV jenis mana sesuai dengan kedalaman perairan tujuan.

  1. Dilengkapi Fitur Canggih

Untuk bisa mencari benda di dalam laut entah kapal, logam berharga, korban tenggelam atau gas alam, mesin robot ROV ini dibekali banyak fitur canggih. Mulai dari kamera, lampu, sonar hingga alat untuk mengangkat benda. Tak cuma itu, robot ROV juga bisa mengukur tingkat kejernihan serta suhu perairan. Ketika sonar ROV yang punya daya jangkau hingga 60 meter melacak ada material padat, maka akan berbunyi.

  1. Pandai Temukan Bangkai Kapal

Sebelum digunakan untuk menemukai bangkai KM Sinar Bangun, sudah banyak yang mengenal robot ROV lewat berbagai musibah sebelumnya. Beberapa bangkai kapal yang berhasil ditemukan ROV adalah Titanic, Bismarck, USS Yorktown dan SS Central America. Dua tragedi penerbangan Indonesia juga menggunakan bantuan ROV yakni Adam Air 574 pada 1 Januari 2007 dan AirAsia QZ 8501 pada 28 Desember 2014.

  1. Dimanfaatkan Banyak Bidang

Tak hanya menemukan bangkai kapal atau pesawat yang tenggelam ke dasar laut, ROV pun digunakan dalam hal-hal penting lainnya. Keberadaan peralatan sensor dan kabel tambat yang bisa mengirim data video membuat ROV menjadi salah satu media studi ilmiah kehidupan di samudera. ROV pun bisa memasang kabel-kabel listrik bertegangan tinggi menggunakan tenaga hidrolik.

ROV bisa mendeteksi target di dasar laut termasuk menghancurkan ranjau hingga mencari bom atom yang hilang saat ada kecelakaan pesawat di Spanyol. Tak heran kalau dua kapal hydro-oceanography milik TNI AL dilengkapi ROV.

  1. Dikontrol dari Atas Permukaan

Setidaknya dalam sebuah robot ROV terdapat kamera video dan lampu yang seluruhnya dikontrol oleh operator. Manusia yang mengoperasikan ROV hanya tinggal duduk di atas permukaan entah di sebuah ruangan, tepi pantai atau di atas kapal selam sambil melihat layar yang menunjukkan penglihatan ROV. Namun jarak kontrol ini terbatas. Sehingga jika ROV makin jauh dari operator, maka jelas akan makin melemah.

Bagaimana, sudah mengenal robot ROV bukan? Ternyata mesin bersasis baja ini sangatlah luar biasa canggih dan memiliki fungsi luar biasa. Kini manusia tak perlu harus menyelam ke samudera dan takut akan tekanan dalam air karena sudah ada ROV yang menggantikan seluruhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *