Awas! Teknik Video DeepFake Mengancam Wanita di Internet

Kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI) belakangan ini telah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk hal yang bersifat negatif. Salah satunya ialah mengembangkan sebuah video palsu atau yang dikenal dengan istilah teknik video deepfake. Teknik ini sudah cukup meresahkan khususnya bagi kaum perempuan.

Istilah deepfake sendiri mengacu pada sebuah aktivitas editing video. Dengan teknik tersebut wajah seseorang “ditempel” pada tubuh orang lain, mirip editing foto namun diterapkan pada sebuah konsep editing video. Hasilnya sangat halus sekali bahkan jika kita lihat secara saksama akan tampak realistis dengan penggunaan teknologi AI, termasuk dalam pencahayaan video bahkan hingga ekspresi wajah sehingga tampak nyata sekali dan meyakinkan.

Belakangan ini, penggunaan teknik tersebut masuk ke dalam konteks pornografi. Oknum membuat video deepfake dengan menggunakan wajah perempuan di internet lalu memasangnya pada video yang memperlihatkan badan orang lain yang tidak mengenakan busana.

Mengenal Konsep Algoritma Kontroversial Teknik Video Deepfake

Aktivitas editing ini tergolong rumit dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Hal ini karena deepfake sendiri adalah sebuah algoritma asal Reddit yang diolah dengan menggunakan deep learning yakni sebuah teknik dalam pengembangan Artifical Inteligence.

Contohnya, ada 2 orang yang kita sebut si A dan si B. Lalu Anda ingin memasang wajah si A pada sebuah video mengenai si B yang sedang melakukan aktivitas tertentu.  Caranya adalah dengan mengumpulkan ratusan bahkan bisa hingga ribuan foto si A dan memasukannya pada sebuah encoder deepfake. Idealnya, editor yang melakukan deepfake ini akan menggunakan banyak sekali foto dari setiap sudut untuk hasil yang realistis.

Selanjutnya, deep learning pada encoder tersebut kemudian aka mengambil data dari ratusan atau ribuan foto wajah si A. Selanjutnya data tersebut digunakan untuk penempelan pada si B serta memancarkannya ke video tanpa perlu memiliki skill editing video.

Ancaman Deepfake Bagi Kaum Perempuan di Internet

Beberapa kalangan menggunakan teknik video deepfake ini untuk sekedar seru-seruan atau tujuan tertentu yang positif. Namun beberapa oknum menggunakannya sebagai teknik untuk memanipulasi video porno. Beberapa lainnya bahkan memicu kontroversi, seperti membuat video wawancara tokoh politik.

Pada konteks pornografi, deepfake telah cukup menelan banyak korban kaum perempuan baik dari kalangan masyarakat biasa hingga selebritis ternama. Salah satu diantaranya adalah seorang perempuan yang tidak ingin identitasnya diumbar yang mengaku telah menjadi salah satu korban oknum jail dan tidak bertanggung jawab yang mencantumkan wajahnya, tapi badannya bukan miliknya.

Artis papan atas Hollywood Scarlett Johansson bahkan sempat buka suara tentang tren deepfake yang saat ini sudah cukup meresahkan. Dirinya khawatir jika tren ini akan menargetkan semua perempuan yang wajahnya terpampang di internet. Menurutnya, hal ini sebuah bentuk kekerasan bully dan seksual di era teknologi AI.

Di lain sisi, Scarlett Johansson pun merupakan salah satu selebritas yang telah sering menjadi korban konten pornografi palsu berupa editing foto yang menempelkan wajahnya di tubuh orang lain.  Dalam kasus ini, Photoshop yang dijadikan sebagai senjata andalan para oknum untuk melakukan sebuah trik manipulasi foto.

Hingga saat ini masih belum mendapatkan solusi yang bisa diandalkan untuk mengatasi teknik jahat ini. Terlebih para pembuat teknik video deepfake ini mengambil foto korban dari akun Facebook miliknya. Pada suatu diskusi deepfake, bahkan seorang yang ahli membuat video tersebut menawarkan harga 20 dollar AS untuk kisaran Rp300.000-an saja untuk pembuatan deepfake teman sekelas, rekan kerja ataupun kerabat mereka. Jadi, waspadalah jika tidak ingin jadi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *