Tips Lengkap Memotret Air Terjun

DuniaTeknologi.Info – Air terjun merupakan objek yang indah untuk difoto. Memotret air terjun bukanlah hal yang sulit. Tapi, untuk mendapatkan foto yang istimewa, setidaknya Anda perlu memperhatikan beberapa tips memotret air terjun di bawah ini.

Waktu yang Tepat Untuk Memotret Air Terjun
Intensitas sinar matahari yang tinggi dapat merusak foto air terjun yang ingin Anda hasilkan. Sinar matahari yang dipantulkan oleh air, membuat cahaya yang masuk ke dalam sensor terlalu banyak, sehingga foto Anda menjadi over exposure. Untuk mengatasi kendala ini, sebaiknya Anda memotret air terjun tidak lama setelah matahari terbit atau sebelum matahari tenggelam. Cahaya matahari ketika itu memungkinkan Anda mengatur shutter speed yang lambat.
Kondisi siang hari yang mendung juga mendukung untuk aktivitas memotret air terjun. Pilih juga waktu-waktu ketika kawasan air terjun sedang sepi pengunjung, untuk mempermudah Anda mencari komposisi yang pas. Kecuali Anda ingin memotret keramaian di air terjun.
Cari Komposisi Yang Menarik
Komposisi merupakan unsur penting dalam sebuah foto. Terapkan rule of third, yaitu meletakkan objek pada sepertiga bagian dari frame. Komposisi ini memungkinkan Anda mendapatkan gambar air terjun dan persekitarannya, sehingga terlihat luas dan menarik.

Cari Sudut Pandang Yang Unik
Memotret air terjun dari depan, biasa dilakukan ketika mengabadikan objek air terjun. Agar foto Anda terlihat istimewa, lakukan eksplorasi di sekitar air terjun untuk mendpatkan objek pendukung yang menarik. Misalnya, pepohonan, batu, atau semak-semak.

Memotret Landscape
Bentuk air terjun yang cenderung vertical, membuat kebanyakan orang memotretnya secara portrait. Padahal dengan mode landscape, foto air terjun bisa lebih menarik dengan paduan pemandangan di sekitarnya.
Setting Manual Kamera
Setting kamera sangat penting untuk mendapatkan foto yang maksimal. Gunakan shutter speed lambat, untuk mendapatkan foto air terjun yang mulus. Setting shutter speed pada angka 0.3 hingga 2 detik. Untuk aperture/bukaan lensa, gunakan f/11 atau f/16 hindari menggunakan aperture yang terlalu kecil seperti f/22 atau f/32. Gunakan ISO 100 atau bacaan yang paling rendah.
Tripod
Tripod wajib digunakan ketika Anda memotret pemandangan atau memotret dengan shuter speed lambat, untuk menghindari foto kabur. Bawalah tripod yang ringan dan kokoh agar tidak berat saat dibawa ke lokasi air terjun.

Filter
Apabila Anda memotret air terjun pada kondisi matahari bersinar cerah, seting manual yang seperti di atas belum cukup untuk menghindari pantulan. Untuk itu Anda memerlukan filter untuk meredam cahaya yaitu Neutral Density, agar pencahayaan tepat, gunakan ND8 atau Neutral Density 3. Selain ND, Anda juga dapat menggunakan filter CPL (circular polarizer)  yang dapat mengurangi efek pantulan cahaya sehingga foto air terjun dan persekitarannya menjadi lebih jelas. Sebagai alternative Anda bisa menggunakan kaca mata gelap sebagai filter.
Lensa
Anda dapat menggunakan lensa wide angle untuk menangkap gambar air terjun secara luas dan lensa telephoto untuk menangkap detail.

Remote / Cable Release
Untuk meminimalisir getaran ketika Anda menekan shutter, gunakan remote / cable release. Jika tidak ada, Anda bisa mengatur timer kamera untuk itu.
Utamakan keselamatan
Jangan hanya karena mengejar momen dan komposisi, Anda mengabaikan aspek keselamatan. Pastikan Anda memakai pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berjalan ke lokasi. Selalu gunakan strap kamera, sebagai langkah berjaga-jaga agar kamera tidak terjatuh ke dalam air. Bila perlu, pasangkan juga waterproof case pada kamera Anda untuk menghindari kerusakan karena cipratan air.
Bagaimana? Mudah bukan? Semoga tips memotret air terjun yang kami sajikan bisa membantu Anda menghasilkan foto yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *