Youtube Perketat Aturan Monetisasi di Setiap Channelnya

DuniaTeknologi.Info – pakah Anda seorang youtubers suka game dan ingin mencari nafkah darinya? Mungkin memulai saluran Youtube Anda sendiri dan melihat semua dolar itu masuk saat Anda berharap menjadi Pewdiepie berikutnya. Nah, Anda mungkin ingin memompa pikiran dan mulai berpikir keras untuk membuat konten karena Youtube telah membuat perubahan dalam kebijakannya tentang monetisasi saluran mereka.

Program Mitra Youtube dulu merupakan cara bagi pencipta konten untuk menghasilkan pendapatan iklan. Iklan akan diputar di samping video mereka dan sementara pengembalian langsung mungkin tidak berhasil, akan meningkat seiring dengan popularitas saluran.

Masukkan kebijakan baru. Agar memenuhi syarat untuk Program Mitra, saluran tersebut harus memiliki waktu tonton 4000 jam dalam waktu 12 bulan dan juga 1000 pelanggan. Bersiaplah untuk setiap video Youtube yang berakhir dengan “Silahkan klik tombol berlangganan” .

Bersiaplah untuk setiap video Youtube yang berakhir dengan “Silahkan klik tombol berlangganan” pandering.

Persyaratan sebelumnya untuk Program Mitra adalah 10.000 views publik. Youtube telah mengatakan bahwa dengan kebijakan baru “spammer, impersonator, dan aktor buruk lainnya tidak dapat melukai ekosistem kita atau memanfaatkan Anda.”

Kebijakan ini juga berlaku untuk saluran yang ada dan Youtube telah memberikan tenggang waktu 30 hari. Mendaftar pada 20 Februari, saluran yang saat ini dimonetisasi dan tidak mematuhi persyaratan akan dihapus dari Program Mitra.

Youtube mengklaim bahwa sebagian besar saluran yang akan terpengaruh bahkan tidak menghasilkan lebih dari $ 100 per tahun dan 90% bahkan tidak menghasilkan $ 2,50 per bulan.

Dikutip dari IGN.Com Pembuat Youtube yang lebih besar telah menimpali situasi kebijakan baru. Tidak ada Youtuber yang lebih besar dari pada Pewdiepie dan dia memberikan pernyataannya atas twitter.

Dikutip dari CNNIndonesia.Com Vice President of Engineering Google Paul Muret menegaskan adanya faktor lain yang dipertimbangkan untuk menentukan kelayakan sebuah kanal untuk bergabung dalam YPP.

“Ukuran pelanggan dan waktu tonton memang tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah kanal layak untuk iklan. Oleh sebab itu, kami juga memantau faktor lainnya, seperti penyerangan komunitas, spam dan laporan penganiayaan lainnya untuk meyakinkan bahwa mereka telah mengikuti peraturan platform,” jelas Muret, seperti dikutip melalui TechCrunch.

Dia pun menjelaskan hukuman yang pantas diganjar bagi kanal yang nakal dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah YouTube akan menghapus kanal yang berulang kali melanggar peraturan yang berlaku.

Saya pribadi pun dari channel Dunia teknologi mendapatkan email dari pihak Youtube yang bisa Anda lihat dibawah ini.

“Kami akan menghapus kanal yang secara berulang melanggar aturan dari YPP. Untuk kanal yang menyalahi aturan penyerangan komunitas, kami akan seperti biasa menghapus kanal dan akun pemilik dari YouTube,” tegas Paul.

Ketentuan Konten Terpopuler
Selain untuk YPP, platform ini pun berencana merombak beberapa detail dalam program Google Preffered yang menampilkan konten terbaik dan terpopuler.

Muret menyebutkan deskripsi konten yang akan ditampilkan melalui program ini.

“Yang akan ditampilkan adalah konten yang paling banyak ditinjau, selain konten yang paling populer,” papar Muret.

Kebijakan baru ini mengajukan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Taktik apa yang akan digunakan pembuat konten konten yang lebih kecil untuk mencapai kuota sub dan waktu tonton mereka? Apakah kualitas konten akan terpengaruh? Apakah ada insentif lagi untuk saluran yang lebih kecil? Kita harus menunggu dan melihat bagaimana nanti nasib dari Channel Pribadi dari dunia teknologi, kalau berkenan silahkan bantu subscribe channel Dunia Teknologi dibawah ini.

 

Satu tanggapan untuk “Youtube Perketat Aturan Monetisasi di Setiap Channelnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *