Site icon Dunia Teknologi

4 Tips Hindari Penipuan Online, Jangan Jadi Korban

Dalam rekayasa sosial, penipuan online sering disebabkan oleh kurangnya perawatan dan perhatian terhadap keamanan informasi pribadi elektronik.

Contoh keamanan Internet. (Pixbay)

Duniateknologi.info – Xendit menawarkan tips tentang cara menghindari penipuan online. Tim HiTekno.com berikut ini menyertakan tips yang dibagikan oleh Xendit dari rilis tips menghindari penipuan online.

Berkat kemajuan teknologi yang pesat selama satu dekade terakhir, hampir semua hal kini dapat dilakukan secara online, mulai dari transaksi perbankan, transfer uang, hingga transaksi online.

Di sisi lain, kemajuan teknologi keuangan telah menyebabkan munculnya kejahatan dunia maya baru, seperti pencurian identitas dan serangan dunia maya, seperti penipuan rekayasa sosial.

Menurut Cyber ​​Security Index 2020, indeks kejahatan dunia maya di Indonesia tinggi, 0,62 – 0,54 lebih tinggi dari rata-rata global. Indonesia menempati urutan ke-59 dari 85 negara dalam hal kejahatan dunia maya.

Selain itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan 495,3 juta serangan siber pada tahun 2020, meningkat 41 persen dibandingkan tahun 2019; Itu 290,3 juta. Metode penipuan yang paling umum adalah rekayasa sosial.

Rekayasa sosial adalah metode memanfaatkan kesalahan manusia atau menipu korban untuk mendapatkan informasi pribadi, akses, atau barang berharga.

Dalam cybercrime sendiri, rekayasa sosial menyasar pengguna yang kurang berhati-hati dalam melindungi informasi.

Jenis penipuan online ini dapat mengambil banyak bentuk, seperti peretasan email dan phishing (berpura-pura menjadi otoritas tertentu).

Penipu menyamar sebagai lembaga atau individu tepercaya untuk mengekspos informasi pribadi korban dan informasi sensitif lainnya.

Misalnya, email atau SMS berisi malware yang membujuk pengguna untuk mengklik tautan dan memungkinkan pelaku untuk dengan mudah mengakses akun korban atau mengakses informasi penting.

Penipuan online dengan rekayasa sosial seringkali disebabkan oleh kurangnya kepedulian dan perhatian terhadap keamanan informasi pribadi elektronik.

Xendit, perusahaan payment gateway terkemuka di Indonesia, ingin berperan dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang lebih aman bagi semua pihak.

Kami bertekad untuk meningkatkan kewaspadaan dan dorongan masyarakat Indonesia terhadap upaya penipuan oleh individu tertentu. Xendit juga meluncurkan kampanye pendidikan anti-fraud di Indonesia, yang diharapkan dapat mengurangi risiko fraud.Xendit, menurut Jonathan Chong, kepala operasi keuangan dan manajemen risiko.

Berikut adalah 4 tips Xendit yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penipuan rekayasa sosial

1. Lakukan riset sebelum mengklik tautan

Penipu sering kali mencoba membangkitkan rasa ingin tahu atau mendorong urgensi korban, sehingga korban tidak memiliki kesempatan untuk menyelidiki mata rantai ‘jebakan’ tersebut.

Pastikan Anda hanya mengklik tautan dari sumber resmi, nomor resmi, dan email resmi. Jika ragu, harap minta penyedia layanan untuk mengonfirmasi penawaran sebelum mengambil tindakan apa pun.

2. Amankan informasi Anda

Jangan bagikan informasi rahasia Anda dengan siapa pun, termasuk detail akun, ID pengguna, kata sandi, PIN, atau OTP. Ingat: Bank atau perusahaan Fintech tidak meminta informasi rahasia Anda (PIN, kata sandi, kode OTP).

Pastikan orang yang Anda ajak bicara jujur. Misalnya, jika Anda menerima SMS dari bank mengenai pemenang kontes, coba hubungi call center resmi atau akun media sosial bank untuk konfirmasi kembali.

3. Bayar dengan cara yang aman

Pastikan Anda melakukan transaksi online hanya di website yang menggunakan protokol https. Anda bisa mencari tanda-tanda bahwa situs tersebut aman, seperti ikon gembok di kolom website.

Pembeli yang ingin melakukan pembayaran melalui transfer bank diwajibkan untuk memverifikasi nama rekening, validitas dan nama perusahaan yang bersangkutan. Jika ragu, coba verifikasi nomor rekening di Cekrekening.id, database yang melengkapi laporan penipuan terkait nomor rekening tertentu.

4. Waspadalah terhadap nomor yang tidak dikenal

Periksa kesalahan ejaan atau pemformatan, yang dapat mengindikasikan pesan penipuan. Jangan pernah membalas email atau SMS yang tidak diminta. Penipu dapat menggunakan metode ini untuk mendapatkan informasi atau mengambil tindakan terhadap korban.

Anda dapat dengan mudah mengabaikan pesan tersebut dan jika Anda masih takut, Anda dapat memblokir pesan tersebut dan melaporkannya. Aplikasi pihak ketiga (seperti WhatsApp dan Instagram) sering menggunakan laporan ini sebagai alat untuk menghapus akun tertentu.

Xendit sebagai gateway pembayaran, menggabungkan pembayaran antara bisnis dan pembeli. Pemasaran dan keamanan data adalah prioritas utama Xendit.

Xendit, perusahaan payment gateway terkemuka di industri yang memiliki izin dari Bank Indonesia, berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang aman dan transparan. Dengan tips ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan pengetahuan keuangan digital untuk memerangi penipuan dunia maya agar korban tidak dirugikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.“Tesa Wijaya, chief operating officer dan salah satu pendiri Xendit, mengatakan.

Exit mobile version