Bagaimana Cara Cepat Mendapatkan Uang Dari TikTok

TikTok meluncurkan produk barunya ‘TikTok for Business’ dalam bahasa Indonesia TikTok Untuk Bisnis. Fitur ini telah rilis di Indonesia mulai Sabtu (27/6/2020).

Tidak hanya digunakan sebagai hiburan, ternyata para pengguna TikTok juga bisa memperoleh uang dari aplikasi tersebut. Hal ini bisa menjadi ladang yang bagus bagi para pengguna untuk mencari uang. Kepada Business Insider, Eitan Bernath, mengatakan aplikasi TikTok dapat menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan platform lain seperti Instagram dan YouTube.

Ia adalah seorang influencer dengan lebih dari 100 ribu pengikut di Instagram. Bernath mengatakan, perjanjian dengan merek yang bekerja sama dengannya di TikTok harus berbeda dengan platform lain. Sebab, menurut Bernath, TikTok dirancang untuk viral sehingga setiap orang bisa membuat konten dan memanfaatkannya dengan lebih baik.

Namun, TikTok memiliki hukum dasar yang sama, yakni semakin banyak pengikut, suka, dan tingkat keterlibatan pengguna, maka akan semakin tinggi peluang untuk mendapatkan uang. Di sisi lain, Likigram telah mengembangkan analitik TikTok yang dapat membantu para pengguna untuk memperkirakan berapa banyak uang yang bisa diperoleh. Menghasilkan uang di TikTok, tidak berbeda dengan menghasilkan uang di Instagram atau Youtube.

Sebaiknya, para pengguna memberikan konten berkualitas sehingga akan disukai oleh banyak orang dan dibagikan. Terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi keuntungan pengguna di TikTok yakni pengikut, suka dan tingkat keterlibatan pada TikTok. Disarankan untuk terus mengembangkan semua metrik tersebut untuk dapat meningkatkan keuntungan mencapai tolok ukur baru.

Semakin hari, popularitas TikTok semakin naik saja. Kini, tak hanya anak-anak dan anak muda, namun orang dewasa hingga lansia pun menggunakan TikTok.

Untuk meningkatkan pengikut di TikTok, kebanyakan pengguna mengandalkan metrik biasa yakni pengikut, suka, komentar, pandangan, dan tingkat keterlibatan. Sementara itu, untuk menjadi lebih populer di TikTok, para pengguna dapat menemukan banyak layanan untuk membeli pengikut tik tok atau bahkan mendapatkan pengikut gratis. Di sisi lain, TikTok menyebutkan bahwa uang yang mungkin didapatkan tidak sebesar penghasilan dari Youtube atau Instagram. Akan tetapi, para pengguna masih dapat menghasilkan uang di platform video ini. Para blogger TikTok populer dapat menghasilkan uang hingga 10 ribu dolar AS atau setara dengan Rp166 juta (kurs Rp16.542).

Seperti Loren Gray, seorang penyanyi berusia 17 tahun asal Pennsylvania, Amerika Serikat, yang mempunyai jumlah pengikut sebanyak lebih dari 38 juta.

Para pengamat memprediksi, ia bisa mendapat penghasilan sebesar US$ 197.000 (Rp2,7 miliar) untuk satu konten yang diunggah. Ada juga Aashika Bhatia (19), aktris asal India yang memiliki lebih dari 14 juta followers di akunnya.

Disebutkan Aashika bisa memperoleh puluhan ribu followers baru setiap hari, sehingga ia pun diprediksi akan menjadi salah satu akun terpopuler di TikTok dengan jumlah pengikut yang berpotensi mencapai angka 194 juta.

Pengamat memperkirakan bahwa bintang TikTok populer dapat dibayar dengan harga US$ 0,005 per satu follower. Sehingga, jika Aashika memiliki followers sebanyak 194 juta, ia bisa mendapat penghasilan US$ 973.000 (Rps13,5 miliar) untuk satu postingan berbayar.

Melihat besarnya jumlah penghasilan yang bisa pengguna TikTok dapatkan, sebenarnya bagaimana TikTok bisa menghasilkan uang?

TikTok Indonesia mengungkapkan bahwa video TikTok yang menarik dapat mendorong keterlibatan pemilik brand (merek), serta nantinya berdampak pada bisnis. “Video pendek di TikTok yang imersif, memungkinkan kreator serta brand mengomunikasikan konten secara kreatif,” ujar Head of Commercial TikTok Indonesia, Nur Lianasyah saat dihubungi KompasTekno pada Kamis (21/2/2020).

Selain itu, video TikTok juga diklaim bisa menjangkau audiens baru, membangun afinitas brand dan mendorong aktivitas di luar platform mereka.

Ketika disinggung soal monetisasi, ia tidak mengumbar bagaimana mekanisme monetisasi di TikTok.

Namun ia menjelaskan bahwa pihaknya mendukung mitra brand mulai dari skala kecil hingga korporasi yang ingin bekerjasama dengan kreator konten TikTok.

“Untuk monetisasi, kami selalu menjajaki berbagai peluang baik dari segi iklan hingga content partnership dengan mitra-mitra brand dari skala kecil hingga korporasi yang ingin merangkul kreativitas komunitas TikTok,” tutur Nur Lianasyah.

Saat ditanya soal konten video TikTok yang sering dibagikan lewat media sosial lain, Nur Lianasyah melihat hal tersebut bukan sebagai ancaman.

Melainkan dapat menginsiprasi banyak orang untuk menjangkau aplikasi TikTok.

“Jika banyak teman-teman TikTok berbagi video di luar platform, kami cukup senang karena kami berharap video-video di TikTok dapat lebih menjangkau orang-orang lain,” kata Nur Lianasya.

TikTok dikatakan Nur Liansyah menjadi platform video pendek untuk berekspresi bagi masyarakat, dan memiliki misi untuk menginspirasi kreativitas serta membawa kebahagiaan.

Di sisi lain, Social Media Manager Kompas Media Nusantara, Didit Putra Erlangga Rahardjo mengatakan bahwa pengguna TikTok saat ini dinilai lebih efektif membagikan konten videonya lewat tiga platform yaitu Twitter, Facebook dan Instagram.

“Justru lebih efektif di medsos seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.”

“Orang lebih nyaman share di tiga medsos tadi,” jelasnya.

Sejak diluncurkan oleh Bytedance pada September 2016 lalu, aplikasi TikTok dianggap berhasil meraup peningkatan jumlah pengguna setiap tahunnya.Dihimpun KompasTekno dari Oberlo pada Rabu (25/2/2020), hingga akhir 2019, TikTok mengklaim memiliki 500 juta pengguna aktif di seluruh dunia dengan jumlah unduhan lebih dari 1,5 miliar kali di App Store maupun Google Play.

Tak hanya itu, data juga menunjukkan bahwa TikTok mendapat peringkat sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store pada Q1 di tahun 2019 dengan lebih dari 33 juta unduhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!