Bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan inklusi bank di Indonesia

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan analitik data semakin meningkat di perbankan dan lembaga keuangan.

Ronald F MOLENAR, ADVANCE.AI (INVANCE.AI)

Duniateknologi.info – Banyak cara untuk meningkatkan inklusi bank di Indonesia, bahkan belakangan ini misalnya dengan bantuan Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan dan Analisis Data.

Menurut Deputi Gubernur Bank Sentral Donnie P Joono Februari lalu, hingga 91,3 juta orang Indonesia (sekitar 50%) tidak memiliki rekening bank dari 180 juta orang dewasa.

Fakta ini mengkhawatirkan Presiden Joko Widodo, yang telah menetapkan target inklusi keuangan 90% pada 2024.

Bank dan penyedia layanan keuangan tradisional menghadapi sejumlah tantangan dalam menilai kelayakan kredit individu yang tidak memiliki rekening bank dan kurang dimanfaatkan, serta segmen UMKM dan usaha mikro, yang mencakup 99% dari semua bisnis. Di Indonesia.

Kurangnya riwayat kredit dan fakta bahwa sebagian besar orang Indonesia tidak tercakup oleh pengaturan pekerjaan formal membuat metode tradisional seperti meninjau slip gaji, laporan laba rugi atau riwayat kredit dan manajemen utang masa lalu menjadi sangat sulit.

Meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analitik data di bank dan lembaga jasa keuangan dapat mengubah permainan.

Metode penilaian kredit alternatif seperti melihat data transaksi online, jenis telepon yang digunakan, tagihan telepon seluler atau tagihan utilitas dapat membantu menetapkan penilaian yang akurat tentang profil kredit peminjam.

Orientasi nasabah bank kini dapat dengan mudah dilakukan melalui proses Know Your Customer (eKYC) elektronik, dibandingkan dengan cara lama dengan mengunjungi bank secara fisik dan mengirimkan/memverifikasi dokumen identitas Anda.

Kemajuan teknologi AI dan teknologi OCR (Optical Character Recognition) dapat mendorong inklusi keuangan, terutama di kota-kota Tier 2 dan 3 di Indonesia. Dengan bantuan teknologi ini, pelanggan hanya membutuhkan smartphone dan koneksi Wi-Fi untuk membuka rekening bank dalam waktu singkat.

Selain menggunakan kecerdasan buatan dan data besar, bank dan lembaga jasa keuangan dapat secara akurat menilai dan menanggung risiko serta mendistribusikan pinjaman modal kerja dan kredit secara bebas.

Langkah-langkah keamanan tinggi untuk skor kredit yang lebih akurat

Banyak bank, lembaga keuangan, dan perusahaan e-commerce di Indonesia yang mulai meningkatkan pengamanan dengan dukungan perusahaan seperti ADVANCE.AI (AAI) dan beberapa perusahaan seperti Standard Chartered Bank, Gojek, Tocopedia, yang telah beroperasi di Indonesia. sejak 2016. Toko, Bank Jago, Bank Mega, Bank BTPN dan Bank MTN termasuk di antara 700+ basis pelanggan.

Peningkatan penciptaan lapangan kerja dan SMS di Indonesia membutuhkan solusi bisnis yang sederhana namun tetap dapat diandalkan. Bank, lembaga keuangan, dan perusahaan e-commerce Indonesia berpotensi untuk lebih berpikiran terbuka dalam memberikan pinjaman modal kerja kepada pengusaha tradisional. Penyediaan produk kredit alternatif, serta penggunaan AI dan data science, dapat membawa dan mengelola risiko, yang dapat menjadi solusi potensi ekonomi unit perbankan, perbankan, dan UMKM di Indonesia.” kata Ronald F. Molenar, Country Manager ADVANCE.AI Indonesia.

AAI menyediakan mitranya dengan proses eKYC menggunakan deteksi biometrik sederhana, seperti waktu boarding pelanggan individu dan solusi manajemen penipuan umum untuk mengurangi penipuan dan memverifikasi identitas asli dan pelanggan.

Salah satu teknologi KYC AI adalah sistem Optic Character Recognition (OCR), yang 99% akurat, terkait dengan pengenalan kehidupan, dan untuk memastikan bahwa profil individu yang ingin berdagang sesuai dengan identitas terdaftar. Sebelum dilakukan perbandingan wajah ini, profil pelanggan yang terdaftar dicocokkan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tingkat boarding pelanggan menggunakan teknologi penilaian pencocokan wajah.

Baru-baru ini, AAI mengumumkan kemitraan strategis dengan Digital Spirit of Nation (SDB), penyedia e-commerce Indonesia yang berafiliasi dengan raksasa e-commerce Indonesia Tokopedia, yang akan menggunakan kecerdasan buatan dan e-data masa lalu untuk membantu memverifikasi transaksi, analisis kelayakan kredit, dan prospektif. peminjam.

Kemitraan Molenar dengan mitra menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari layanan perbankan tradisional ke digital dalam beberapa tahun terakhir, yang menguntungkan pelanggan dan penyedia layanan.

Pada titik ini, inklusi keuangan menunjukkan perlunya akses yang lebih besar dan layanan perbankan digital yang lebih baik di bagian bawah piramida untuk mencapai tujuan agenda nasional Indonesia.. ”

Recommended For You

About the Author: Andi Setiawan

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!