Begini Cara Kerja Online Reputation Management

Begini Cara Kerja Online Reputation Management

Welcome era digital! Era di mana internet semakin tinggi dan perkembangan teknologi kian pesat khususnya dimasa pandemic seperti ini. Kami menyebutnya era “Revolusi Digital”, era di mana internet dan teknologi telah banyak hal telah diubah dalam setiap aspek kehidupan, seperti perilaku, cara pandang, gaya hidup, opportunities, challenges dan masih banyak lagi. Mari kita lihat di sekitar kita, apakah orang-orang di sekeliling kita (lebih sering) terlihat asyik menggunakan smartphone, tablet, atau perangkat teknologi canggih lainnya. Ya, inilah revolusi digital!

Banyak orang tak bisa lepas dari smartphone, gadget atau perangkat digital lainnya. Dan tahukah Anda, bahwa satu dari lima orang selalu mengecek gadget setiap 10 detik?

Revolusi digital ini juga sangat mempengaruhi dunia digital marketing, salah satunya adalah dengan munculnya tren ZMOT (Zero Moment of Truth), yaitu tren di mana netizen akan mencari informasi, referensi, atau rekomendasi (misalnya di Google) sebelum memutuskan untuk membeli produk maupun jasa. Bagi sebuah brand, di sinilah pentingnya membangun brand reputation. Coba Anda bayangkan, jika netizen mencari informasi seputar brand Anda di mesin pencari Google, kemudian hasil pencariannya adalah terdapat banyak informasi atau review negatif. Apakah netizen akan percaya terhadap produk Anda? Jawabannya tentu tidak.

Melihat tren atau realita yang terjadi saat ini, sudah seharusnya semua brand memahami bahwa pentingnya menarik minat calon konsumen dengan cara membangun persepsi positif (khususnya  digital marketing). Ya, brand perlu membangun sisi positif atau reputasi yang baik melalui berbagai strategi, salah satunya adalah strategi Online Reputation Management (ORM).

Apa itu Online Reputation Management (ORM)?

ORM adalah sebuah strategi untuk mengontrol semua interaksi, aktivitas, dan feedback terhadap sebuah brand, khususnya yang terjadi di digital. Tujuannya adalah agar online reputation brand tersebut ‘baik’ di mata konsumen maupun calon konsumen. Ya, Online reputation adalah bagaimana netizen melihat atau mempunyai persepsi terhadap sebuah brand. Bagi sebuah brand, munculnya informasi, komentar, atau sentimen negatif, khususnya di digital (mesin pencari Google) tentu dapat menjadi ancaman, karena dapat berpengaruh negatif terhadap reputasi brand itu sendiri. Di sinilah peran ORM diperlukan.

Selain dapat memperkuat brand reputation di digital, ORM juga efisien untuk melawan propaganda negatif dari kompetitor, karena tidak bisa dipungkiri bahwa di era globalisasi dan digitalisasi ini persaingan ketat terjadi di segala bidang, khususnya di dunia bisnis. Jadi, kemungkinan adanya propaganda atau black campaign tentu sangat terbuka. Lalu, strategi apa saja yang harus dilakukan untuk menjalankan ORM? Ada banyak cara, mulai dari forum, media sosial, content marketing, buzzer, SEO dan lainnya. Namun, pembahasan kali ini, akan menitik beratkan pada strategi SEO.

Mengoptimalkan ORM dengan Strategi SEO

Search Engine Optimization (SEO) adalah strategi atau teknik untuk mengoptimalkan sebuah website di mesin pencari, seperti hasil pencarian Google (SERP) dan optimasi mobile seo. SEO juga ternyata dapat diterapkan untuk memaksimalkan ORM. Berikut contoh kasus dan bagaimana SEO berperan penting dalam implementasinya:

Contoh: Brand A memiliki reputasi negatif di mesin pencari Google, dimana ketika netizen melakukan pencarian dengan menggunakan branding keyword (keyword yang terkait dengan brand A), yang mendominasi di halaman pertama Google justru berita, review, atau informasi negatif seputar brand A. Dalam kasus seperti ini SEO akan berperan dalam menanggulangi masalah tersebut. Lalu, bagaimana caranya?

Teknis implementasi strategi SEO-nya adalah Brand A akan menyiapkan 10 artikel di digital asset (blog atau website yang sudah maksimal). Kemudian, kesepuluh artikel tersebut akan dioptimalkan dengan strategi SEO white hat (strategi SEO yang mengikuti algoritma Google), tentunya dengan menggunakan keyword negatif (keyword yang memunculkan informasi atau review negatif di halaman satu Google). Goal atau objektif utama dari strategi ini adalah agar hasil pencarian negatif yang sebelumnya muncul di halaman satu, akan pindah ke halaman dua agar posisinya terkalahkan oleh 10 artikel yang sudah dioptimalkan dengan strategi SEO.

Note: Hasil pencarian di halaman satu Google tidak bisa dihapus, yang dapat dilakukan adalah menggeser posisinya agar pindah ke halaman dua, tentunya dengan strategi SEO.

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!