Bisnis Pembiayaan, Butuh Komitmen dari Sistem CRM Berbasis Aplikasi Teknologi

Bisnis Pembiayaan, Butuh Komitmen dari Sistem CRM yang Berbasis Aplikasi Teknologi

Dunia teknologi yang berbasis aplikasi teknologi sekarang ini menjadi salah satu terobosan penting bagi perkembangan bisnis pembiayaan yang ada di Indonesia. contohnya sekarang Bisnis Pembiayaan, Butuh Komitmen dari Sistem CRM yang Berbasis Aplikasi Teknologi

Karena, sejak industri pembiayaan masuk dalam bisnis yang mengutamakan teknologi seperti konsep Fintech. Rasanya  masalah aplikasi teknologi sudah harus menjadi satu kebutuhan bagi industri tersebut.  

Mungkin menjadi sebuah pembelajaran tatkala ada beberapa perusahaan yang berbisnis di industri pembiayaan terjerat masalah. Bisa jadi masalah tersebut dapat diantisipasi jauh-jauh hari jika perusahaan yang bersangkutan mengutamakan konsep Good Corporate Government.

Karena ketika sebuah perusahaan menggunakan model GCG maka permasalahan yang terjadi bisa di antisipasi sebelumnya.  Jika berdasarkan data  ada 5 perusahaan yang sedang terjerat masalah.

Tapi kondisi seperti itu  tidak bisa dijadikan sebuah indikasi bahwa industrinya sedang down atau turun. Karena berdasarkan data yang di peroleh pada tahun 2018 justru pertumbuhan piutang untuk industri pembiayaan justru tumbuh sekitar 6% hingga kuartal III 2018. Dimana angka yang tercipta cukup besar yaitu Rp453,7 Triliun.  

MASALAH NON PERFORMING  FINANCE (NPF), BISA DI ATASI DENGAN OPTIMALISASI CRM

Jika dunia perbankan menghadapi masalah yang bernama Non Performing Loan ( NPL) maka industri pembiayaan menghadapi apa yang di sebut Non Performing Finance (NPF). Keduanya adalah sebuah masalah yang harus segera dicarikan solusinya.  

Sebuah konsep bisnis yang bersumber dari optimalisasi customer memang pada akhirnya menjadi salah satu konsep pengembangan bisnis yang bisa dioperasikan dalam sistem industri seperti sektor pembiayaan.

Kenapa, karena customer untuk industri seperti sektor pembiayaan bisa berlaku 2 sisi. Disatu sisi sebagai customer yang menerima kucuran kredit dari perusahaan. Dari sisi lain bisa jadi customer yang bersangkutan menjadi investor yang menyimpan dananya di perusahaan.  

Menarik jika dikaitkan dengan terjadinya Non Performing Finance di dalam industri pembiayaan.. Bisa jadi salah satu sebabnya adalah customer tidak di tangani dengan lebih baik oleh perusahaan. Sehingga permasalahan yang sedang dialami seorang customer  tidak segera dicarikan solusinya.  

Nah, disinilah kita bicara soal solusi terbaik dalam industri pembiayaan. CRM ( Customer Relationship Management) bisa jadi menjadi salah satu kunci sanggup mengatasi masalah diatas dengan efektif. Konsep manajemen customer yang ada dalam sistem ini mampu secara efektif mengoptimalkan dan memaintenance keberadaan customer dengan cukup baik.  

Dalam konteks inilah seperti CRM versi Barantum.com yang saat ini sudah di percaya oleh sekitar 20 sektor industri bisa menjadi salah satu pilihannya.

Kenapa, karena dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya CRM sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada sisi customer.  Untuk menjelaskan kondisi diatas, marilah kita coba jelaskan dengan aplikasi CRM tersebut.   Ada 3 fitur dalam  aplikasi CRM Barantum yang jika di maksimalkan dalam sebuah bisnis pengelolaan customer maka hasilnya bisa menjadi cukup efektif.

  • Fitur Manajemen Pelanggan ( sub fiturnya : Manajemen prospek, Manajemen kontak, Manajemen organisasi).
  • Fitur Manajemen Aktivitas  ( sub fiturnya : Kustomisasi aktivitas, Kolaborasi, Pemberitahuan, Laporan detail), Fitur Manajemen Kesepakatan ( sub fiturnya :  Tampilan Pipeline penjualan, bersifat friendly sistem,  serta terdapat fitur kegiatan & otomatisasi dan sistem yang mampu meningkatkan kolaborasi),
  • Fitur  Manajemen Laporan ( sub fiturnya : mengetahui perkembangan penjualan anda,  laporan penjualan visual, analisa terperinci serta laporan aktivitas penjualan).  

Itu beberapa fitur yang ada di CRM versi  Barantum.com sedangkan untuk memudahkan proses kerja dari team sales dalam memaintenance customer.

2 fitur unggulan akan dipunyai sistem yaitu : Fitur  Integrasi dan Aplikasi Selular ( sistem ini pada akhirnya mampu di gunakan pada semua media seperti HP, Lapop, Tap dan sejenisnya. 

Sehingga tidak ada halangan bagi team sales untuk punya alasan tidak bisa bekerja karena  tidak berada di kantor. Karena dimanapun dan kapanpun selama ada  jaringan internet team sales yang bersangkutan tetap bisa memantau pekerjaannya.      

CRM  SARANA EFEKTIF UNTUK MENCIPTAKAN SISTEM KERJA YANG BERUJUNG PADA GCG

Salah satu sistem yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah Konsep kerja yang berpedoman pada sistem GCG ( Good Corporate Government). Bukan hanya untuk perusahaan yang ada di lingkungan pemerintahan. Tapi perusahaan swasta pun wajib menerapkan sistem ini agar tingkat kepercayaan public makin tinggi.  

Beruntung saat ini ada sistem CRM yang terkoneksi dengan aplikasi Call Center. Konsep kerja yang  ada di sistem ini jika diaplikasikan secara maksimal memang  pada akhirnya bisa menjadi cara efektif untuk mewujudkan sistem kerja yang berpola GCG. Ada beberapa hal yang membuat kondisi itu bisa terjadi ketika perusahaan menerapkan aplikasi CRM dengan integrasi Call Center.  

  1. CRM versi Barantum bersumber dari pengelolaan customer. Sehingga ketika customer bisa terkoordinasi dengan baik, maka kecil kemungkinan masalah akan terjadi. Seperti terjadinya Non Performing Finance ( NPF).
  2. Semua laporan yang terkait dengan customer telah terintegrasi dengan sistem laporan yang bersifat updating. Sehingga hal itu akan meminimalkan terkadinya masalah yang mungkin terjadi.
  3. CRM yang terkoneksi ke Call center maka semua komunikasi yang tersambung dengan customer akan terdeteksi dengan baik dan tersimpan semua nya dalam sebuah laporan call center.  

Itulah salah satu fungsi Sistem CRM Berbasis Aplikasi Teknologi. Sebuah sistem yang sudah terbukti efekif ketika di aplikasikan pada sebuah perusahaan secara benar.

Hasilnya adalah, hingga saat ini sudah ada sekitar 20 sektor bisnis yang telah terbantu untuk meningkatkan omset penjualan yang rata-rata minimal 10%. Serta meningkatkan kinerja perusahaan sehingga sanggup diarahkan menjadi perusahaan  yang berpola GCG sehingga customer biasa bisa ditingkatkan menjadi loyalitas customer.      

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!