Bounce Rate, Salah Satu Indikator Suksesnya Sebuah Campaign

Bounce Rate, Salah Satu Indikator Suksesnya Sebuah Campaign

Beberapa blogger banyak yang tidak mengetahui bahwa bounce rate adalah hal yang krusial, bagi mereka yang penting adalah banyaknya visitor yang masuk ke sebuah situs. Bounce rate Anda akan cenderung besar dikarenakan iklan dengan judul yang click-bait yang membuat angka visitorsnya sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa visitor datang mencari sesuatu, namun ketika mereka sampai ke landing page, mereka tidak menemukan apa yang mereka cari. Secara kuantitas mungkin tinggi, tapi secara kualitas cenderung buruk.

Mengapa Bounce Rate merupakan faktor yang berpengaruh?

Ada beberapa kemungkinan mengapa angka bounce rate bisa tinggi, salah duanya adalah visitor tidak menemukan apa yang dia cari, atau bahkan web tersebut memiliki user interface yang buruk. Bounce Rate yang tinggi ini menandakan visitor tidak membaca dan memahami pesan yang Anda sampaikan di dalam artikel. Yang mana membuat iklan atau campaign yang dilakukan menjadi tidak efektif dan hanya metode membakar uang Anda saja.

Bagaimana membuat bounce rate menjadi rendah?

Jika konten sebaiknya diakses oleh visitor yang tepat dan keyword yang tepat tentunya menyesuaikan dengan konten dimana konten bisa mentarget visitor yang tepat keberhasilan Anda pun jadi meningkat. Selain itu juga harus diperhatikan strategi SEOnya, dan didukung dengan campaign iklan online yang relevan, seperti Native Ad. Format ini akan memancing visitor dengan headline yang relevan, sehingga ketika visitor mengunjungi website tersebut, mereka akan menemukan apa yang membuat mereka penasaran. Bahkan ada 3 rule tentang ads di website yang membuat bounce rate rendah:

1. Tempatkan static ads

2. Hindari Pop-Ups

3. Hindari multimedia ads yang punya fitur auto-playing

Layout yang menarik, merupakan salah satu indicator tambahan. Quick Navigation, tombol search yang mudah di akses, Sections yang menarik, dan responsive layout merupakan elemen yang membuat layout menarik. Kecepatan pageload juga ternyata berpengaruh pada bounce rate, karena Apabila situs punya loading time yang lama, user akan meninggalkan situs tersebut. External link yang ada di dalam konten juga harus diset open-new-tab, agar situs aslinya tidak tertutup.

Konten Yang Relevan, Judul Yang Representatif

Berbicara tentang sebuah campaign atau konten yang baik, dengan bounce rate rendah tentunya emang harus diatur sejalan. Mulai dari judul, harus representatif dengan konten. Konten pun juga harus relevan dengan target yang ditargetkan. Bounce rate bisa jadi merupakan sebuah angka kekecewaan, entah kecewa pada situs maupun isi konten, dimana lambat laun kecewa pada judul yang hanya berpacu pada click-bait.

Jadi mengapa bounce rate itu penting

“Bounce” terjadi ketika seseorang mengunjungi situs web Anda dan keluar tanpa berinteraksi lebih jauh dengan situs Anda (yang artiya tidak sepenuhnya membaca artikel Anda itu yang di indikasi oleh Google). Bounce rate Anda menunjukkan persentase pengunjung Anda yang melihat dari situs Anda.

Secara default, Google Analytics menganggap pengunjung telah berinteraksi dengan situs Anda jika mereka mengunjungi setidaknya satu halaman tambahan. Maka Ada baiknya Anda menambahkan link artikel Anda yang lain ke dalam artikel baru Anda. Dan Ini juga sangat disarankan oleh Yoast SEO agar SEO mendapatkan lampu hijau dan menjadi “Good”.

Bounce rate yang Anda lihat dalam laporan ikhtisar Anda di Google Analytics adalah bounce rate di seluruh situs Anda.

Menurut SEMrush, bounce rate adalah faktor peringkat terpenting ke-4 di SERP.

Namun, menurut Jurnal Mesin Pencari, Google tidak menggunakan bounce rate dalam metrik algoritmanya.

Bisakah keduanya benar?

Ya, dan saya akan memberi tahu Anda alasannya.

Algoritme Google mungkin tidak secara langsung memperhitungkan bounce rate, tetapi menandakannya sangat penting untuknya sebagai indicator suksesnya sebuah campaign.

Pada 2016, RankBrain adalah faktor peringkat terpenting ketiga dari algoritme Google.

Jika Anda tidak terbiasa dengan RankBrain, tujuan utamanya adalah meningkatkan hasil penelusuran bagi pengguna dengan lebih memahami maksud penelusuran mereka.

Jika pengguna mengklik halaman Anda dan keluar tanpa interaksi apa pun, hal itu dapat memberi sinyal kepada RankBrain bahwa situs Anda bukanlah yang mereka cari.

Itu membuatnya tampak seperti hasil Anda tidak cocok dengan maksud pencari. Akibatnya, RankBrain berkata, “Mungkin hasil halaman ini seharusnya tidak terlalu tinggi”.

Dapatkah Anda melihat bagaimana ini terhubung?

Jika Anda memahami bounce rate dengan benar, ini dapat memberi tahu Anda apakah strategi pemasaran Anda efektif dan apakah pengunjung Anda terlibat dengan konten Anda.

Kuncinya adalah memahami apa “target” Anda dan menguraikan bounce rate Anda dengan cara yang memberi arti yang tersurat.

About the Author: Andi Setiawan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!