Brand Termahal Di Indonesia Yang Menjadi Aset Berharga Negara

Brand Termahal Di Indonesia Yang Menjadi Aset Berharga Negara

PT Telkom  kembali menempati peringkat pertama dalam BrandZ Top 50 yang dirilis Kantar Insight Indonesia tahun 2020 ini. Gak cuma BCA, masih ada deretan brand termahal di Indonesia loh.

Pemeringkatan brand value dilakukan dengan memperhitungkan brand strength index, brand royalty rate, dan brand revenue. Selain itu yang diperhatikan dalam penilaian ini mencakup corporate brand dan product brand.

Riset yang dilakukan oleh Kantar Insight Indonesia ini mencatat kenaikan brand value sebesar 3 persen dari tahun 2020 lalu. Group Director Kantar Insights Indonesia Muhammad Ilham mengatakan nilai merek mahal Bank BCA pada tahun ini mencapai US$ 15 miliar menduduki peringkat pertama telah tergeser.

Menurut Ilham, ditengah perlambatan ekonomi global saat ini, pertumbuhan nilai brand terus mengalami pertumbuhan menjadi US$ 84,0 miliar pada tahun 2021 ini.

Keberhasilan PT. Telkom menempati posisi teratas di Indonesia ini akibat dampak dari inovasi yang dilakukan pembebasan blokir terhadap netflix serta pengaruh work from home (wfh) yang banyak dilakukan beberapa perusahaan dan masyarakat indonesia dalam menjalankan kehidupan saat ini. Sehingga tak heran ya jika PT. Telkom masuk dalam deretan brand termahal di Indonesia.

“Ini karena PT. Telkom mengedepankan inovasi dengan menambah pelanggannya,”

Sementara itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Bank Rakyat Indonesia berada di peringkat kedua, sekaligus menjadi bank dengan merek paling bernilai di Indonesia pada riset yang diterbitkan oleh Brand Finance: Banking 500 2020. Dalam riset tersebut, valuasi merek Bank BRI ditaksir mencapai US$ 10,98 miliar. Bank BRI menduduki peringkat ke 81 dari 500 bank terbaik di dunia dan menjadi peringkat teratas merek bank paling bernilai di Indonesia. Valuasi merek BRI pun meningkat dibanding tahun 2019, dimana pada tahun lalu nilai merek BRI menurut versi Brand Finance tercatat sebesar 3,2 Miliar Dollar.

Selanjutnya pada posisi ketiga ada perusahaan tembakau produsen rokok dengan brand A Mild dengan nilai brand US$ 7,3 miliar atau turun 15 persen dari tahun lalu. Pada posisi keempat, ditempati oleh Bank BCA.

Merek termahal di Indonesia datang dari perbankan dan startup ride hailing, Gojek!

brand termahal
Merek termahal di Indonesia datang dari perbankan dan startup ride hailing, Gojek!, (Instagram/@gojekindonesia).

Selanjutnya, di posisi kelima ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk dengan nilai brand US$ 6,2 miliar atau turun 3 persen dari tahun lalu. Dan peringkat keenam ditempati oleh startup ride hailing Gojek dengan nilai US$ 4,48 miliar atau tumbuh 88 persen dari tahun lalu.

Marketing Director Kantar Indonesia, Fanny Murhayati mengatakan, secara keseluruhan sektor layanan keuangan masih mendominasi sebagai brand dengan nilai tertinggi di Indonesia.

“Layanan keuangan terus mendominasi posisi di hasil riset BrandZ dengan pangsa kategori brand value sebesar 40 persen atau senilai dengan US$ 34 miliar, dengan empat bank berada di posisi 11 teratas, termasuk Mandiri yang berada di posisi kelima dan BNI di posisi ke 11,” ungkap Fanny.

David Roth, Chairman of BrandZ mengatakan, perubahan gaya hidup dan pola belanja konsumen berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Akan tetapi ada beberapa tantangan bagi para brand termahal dengan nilai tertinggi di Indonesia untuk meningkatkan profil brand Indonesia dan persepsi kualitas dan kredibilitasnya.

“Pengalaman pelanggan menjadi sama pentingnya dengan produk dan layanan. Merek wajib menyediakan cara-cara baru dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta meningkatkan standar untuk membedakan penawaran mereka,” ujar Roth.

Brand termahal e-commerce terus bertumbuh

Sementara itu, perkembangan bio solar dari kelapa sawit melalui produknya B30 yang dibangun oleh Pertamina membuatnya terangkat dan menjadi aset Indonesia yang berharga di urutan keenam.

Disusul peringkat ketujuh oleh Gudang Garam, BNI, PLN dan Dji Sam Soe yang bisa Anda lihat pada gambar diatas membuat persaingan semakin kompetitif.

Meningkatnya pertumbuhan dalam layanan e-commerce memungkinkan pasar online seperti Tokopedia dan Gojek yang baru melakukan merger tentunya sangat menarik kita tunggu masuk dalam Top 10 untuk pertama kalinya tahun ini sebagai merek yang tumbuh paling cepat, dengan kenaikan 487 persen yang fenomenal, sementara Bukalapak tumbuh sebesar 30 persen. Nah, tak heran jika kedua e-commerce tersebut masuk dalam deretan brand termahal.

Sementara, online travel agent Traveloka mengalami pertumbuhan nilai brand sebesar 111 persen dan menempati posisi 13 besar sebagai brand termahal di Indonesia. Itu dia lho brand-brand termahal yang datang dari sektor perbankan hingga e-commerce mampu menyematkan dirinya sebagai merek termahal dan brand termahal di Indonesia!

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!