Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri Terbukti Ampuh

Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri Terbukti Ampuh

Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri Terbukti Ampuh – Salah satu penyakit orang awam dalam dunia komputer adalah panik. Bagaimana tidak, saat tiba-tiba komputer tiba-tiba mengalami restart sendiri apa yang bisa dilakukan, selain panik?

Selain itu juga kesal karena sedang asyik kerja komputer malah restart sendiri tentu saja panik apakah data hilang atau tidak karena sudah berjam-jam mengetik jika hilang tentu sangat menjengkelkan karena harus mengulang kembali pekerjaan kita.

Sebetulnya mudah saja jika kita sudah tahu. Penyebab komputer melakukan restart sendiri ada beberapa macam. Dan diantaranya akan dibahas dalam artikel kali ini.

Nanti, akan kami bahas cara mengatasi komputer restart sendiri kok. Jadi jangan cemas. Tetap pantau saja artikel ini sampai selesai.

Sebagai awal, akan diulas penyebab komputer bisa restart sendiri, kemudian akan dilengkapi dengan solusinya. Semoga bermanfaat artikel ringan ini.

8 Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri Terbukti Ampuh

Setidaknya ada lima hal, kenapa komputer bisa restart sendiri. Dan yang pertama adalah:

1. Cek Suhu Panas

Panas pada prossesor bisa mengakibatkan komputer anda melakukan restart sendiri. Jika memang begitu, Anda harus berhati-hati, karena jika tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan komputer mati total. Hal ini terjadi, karena pemasangan prossesor kurang pas, atau kipas fan yang tidak bekerja maksimal.

Penanganan: bongkar dan cek posisi prossesor komputer anda. Bisa jadi posisi yang kurang pas atau kipas yang belum bekerja maksimal. Selain itu, silahkan cek dan setting panas pada prossesor dengan cara masuk ke bios.

Biasanya komputer yang mengalami overheating akan merestart diri sendiri, untuk mengatasi rusaknya beberapa komponen karena kepanasan. Jika anda menjalankan program yang cukup berat, apalagi hingga beberapa jenis program dan dalam waktu cukup lama, komputer bisa mengalami overheat. Untuk mengatasinya, sebaiknya jangan buka terlalu banyak program dalam waktu bersamaan. Matikan program yang tidak benar-benar anda gunakan.

Untuk mengetahui apakah komputer anda mengalami overheating, anda bisa mengecek temperature komputer anda dengan menggunakan program seperti Open Hardware Monitor, Speed Fan, Speccy, atau Hardware Monitor. Kami sendiri menggunakan Open Hardware Monitor, yang menampilkan informasi temperature yang lebih rinci dibanding Hardware Monitor.

Jika memang anda tidak begitu ahli, sebaiknya anda bawa komputer anda ke tukang service yang ahli.

2. Cek Kerusakan Pada VGA Card

Ini juga umum terjadi, VGA card yang rusak akan mengakibatkan komputer restart sendiri. Hati-hati, jangan dianggap remeh, karena kerusakan ini bisa menjadi permanen jika tidak segera ditangani. Salah satu ciri VGA Card mengalami kerusakan ditandai dengan hang kecil, atau restart sendiri. Jika memang anda menemukan tanda tersebut, segera lakukan penananganan pada komputer anda.

Penanganan:

Cek pada VGA Card komputer anda, jika memang rusak sebaiknya segera diganti. Kalau memang anda tidak paham soal seperti itu, sangat disarankan membawa komputer anda ke tukang service terdekat. Minimal coba dulu untuk membersihkan kipas dan yang lainnya, yang diharapkan, siapa tahu masih bisa.

3. Cek RAM

Sebenarnya kalau RAM yang rusak, akan mati total dan tidak bisa nyala. Cukup ekstrem bukan? Namun anda bisa mengecek kondisi RAM anda dalam kedaan mati atau tidak. Coba cek dengan meminjam RAM teman anda.

Penanganan: B bersihkan RAM anda dengan penghapus pensil. Gosok bagian kuningnya biasanya disebut dengan pin, atau bersihkan bagian kuning atau disebut dengan pin dengan karet sandal.

4. Cek Driver Tidak Cocok

Driver yang tidak cocok juga bisa mengakibatkan komputer anda melakukan restart sendiri. Intinya, antara hardware dan software butuh yang khusus dan pas.

Penanganan: cek driver dengan toosl yang ada, atau bawa ke tukang service jika anda tidak paham dengan kasus seperti ini. Karena butuh pengetahuan soal driver dan tidak sembarangan. Bisa jadi anda melakukan instalasi driver salah

5. Cek Lonjakan Listrik Tidak Stabil

Ini kemungkinan terkecil dari semua kasus yang ada. Lonjakan listrik di rumah yang tidak stabil bisa mengakibatkan komputer juga tidak stabil.

Penanganan: Makanya, cek juga soal listrik ini. Ada baiknya listrik di rumah anda di kasih stabilizer, supaya listrik tidak berubah tiba-tiba.

6. Cek Prosesor

Kerusakan lainnya juga dari prosesor dimana bisa saja pasta kering sehingga harus diganti.

Penanganan : Biasanya pada komputer yang sudah cukup lama dipakai, kemungkinan pasta penyalur panas dari processor ke heatsinknya tersebut sudah menipis dan kering/ menggumpal. Sebaiknya anda menggantinya dengan pasta baru. Ada banyak iso thermal yang beredar dipasaran, dengan berbagai harga. Namun ada harga ada kualitas, sebaiknya jangan pakai yang murahan. Jika darurat anda bisa menggunakan pasta gigi, tapi hanya untuk satu dua hari saja.

7. Cek Hardisk

Sama seperti pada VGA, kerusakan pada hardisk akan menampilkan bluescreen sebelum komputer me-restart dirinya sendiri. Adanya badsector pada hardisk akan membuat tidak terbacanya data yang diperlukan processor, hal ini bisa mengakibatkan me-restartnya komputer. Bahkan jika kerusakan pada hardisk terlalu parah, komputer tidak akan menyala sama sekali. 

Tak terbacanya data pada hardisk juga bisa disebabkan oleh kabel data yang rusak/bermasalah.

Penanganan: Periksalah sambungan kabel pada hardisk, pastikan terpasang dengan benar. Untuk memastikan kabel tidak bermasalah, coba pasang hardisk menggunakan kabel data lain. Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan checkdisk dan defragment pada hardisk.

8. Cek Fan dan Heatsink dalam CPU

Fan dan heatsink yang bermasalah berakibat kurang lancarnya proses pendinginan komponen dalam CPU, terutama processor.

Penanganan: Periksa apakah fan (kipas) berputar dengan normal. Bersihkan semua debu yang menempel pada fan dan heatsink. Jika setelah membersihkan semua debu, fan tetap tidak berputar dengan normal (tersendat-sendat), apalagi jika fan mati, segeralah ganti fan anda, sebelum komponen lain menjadi rusak karena overheating.

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!