Hemat Energi Hemat Biaya

hemat energi hemat biaya

Pemerintah meyakini slogan “hemat energi hemat biaya”, penghematan energi merupakan ujung tombak dari semua bentuk penghematan. karena dengan penghematan energi secara nasional, akan berujung pada penghematan anggaran pemerintah. Namun, hal tersebut akan dicapai apabila merubah pola dan perilaku di masyarakat dan lingkungan pemerintah.

“Hemat energi berarti hemat biaya, bukan hanya masyarakat tapi anggaran pemerintah,Disamping itu, Rudi penghematan energi juga dapat meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi polusi udara.

Sekarang ini, emisi global meningkat hampir 7-10 kali per tahun. “Ketahanan energi jadi sangat penting secara global emisi juga sangat penting di Indonesia sendiri salah satu meningkat 7-10 kali lipat jika kita tidak meningkatkan diversifikasi dan penghematan energi,” j

Penghematan energi membutuhkan langkah konkrit. Pihaknya meminta masyarakat dan pemangku kepentingan menjalankan prinsip 3M yakni Mematikan lampu pada saat tidak digunakan, mencabut peralatan listrik jika tidak digunakan, dan menyesuaikan suhu ruangan.

“Ini merupakan formula yang mudah, bertitikberat pada perilaku atau behavior,” katanya. 

Efisiensi pemakaian energi akan berdampak pada penghematan biaya sampai dengan Rp 15,4 triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Dadan mengatakan, potensi penghematan tersebut berasal dari asumsi penghematan listrik setara 13,8 Tera Watt hour (TWh).

Dia mengatakan, di sektor energi pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 314-398 juta ton CO2 pada 2030 mendatang, naik sekitar lima kali lipat dari penurunan emisi karbon pada 2020 yang mencapai 64,4 juta ton CO2.

“Penerapan efisiensi energi 20% setara dengan penghematan energi dalam bentuk listrik 13,8 Tera Watt hour (TWh), ini ekuivalen dengan biaya Rp 15,4 triliun dengan kontribusi ke penurunan gas rumah kaca 12,9 juta ton,” ungkapnya dalam acara peluncuran ‘Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2021’, Kamis (18/03/2021).

Dia mengatakan, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi ke arah energi bersih, baik dari sisi suplai dan permintaan. Menurutnya, dari sisi suplai, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025.

Sementara dari sisi permintaan, ditetapkan target penurunan intensitas energi final sebesar 17% pada 2025. Dia mengatakan, upaya yang dilakukan pada sisi suplai dan permintaan sejalan dengan program jaga lingkungan sebagai aksi mitigasi melawan perubahan iklim.

“Konservasi energi memegang peranan yang sangat penting,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejumlah program percepatan efisiensi energi telah dilakukan, antara lain penerapan manajemen energi, standardisasi dan labelisasi tingkat hemat energi.

Lalu, penerapan teknologi hemat energi termasuk kendaraan listrik dan kompor induksi, serta pengembangan usaha konservasi energi.

“Dan terakhir, peningkatan awareness (kesadaran) peningkatan ketertarikan melalui sosialisasi secara masif dan pemberian penghargaan,” tegasnya.

Sumber:

  1. Merdeka.com
  2. cnbcindonesia.com

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!