Masa Depan Industri dalam Pemanfaatan Blockchain

Masa Depan Industri dalam Pemanfaatan Blockchain – Data Alibaba Damo Academy menyatakan an memprediksi 10 teknologi digital yang banyak digunakan pada 2020. Salah satunya blockchain yang dicatat akan diproduksi secara massal dalam kegiatan bisnis dunia. Blockchain adalah sistem penyimpanan data digital yang terdesentralisasi dan saling terhubung melalui kriptografi.

Beberapa industri mulai memanfaatkan blockchain. Layanan finansial telah menguasai 46% pengembangan blockchain. Produk industri dan manufaktur serta energi dan utilitas, masing-masing juga menguasai 12% pengembangan teknologi tersebut.

13-14 September 2019 lalu juga dibahas Masa Depan Industri Blockchain Dibahas di Jakarta. Dimana Chainway merupakan perusahaan blockchain yang baru didirikan di Jakarta untuk menghubungkan bisnis global blockchain dengan industri blockchain Indonesia dan memberikan solusi bisnis. Seminar ini akan menampilkan gambar profil tinggi di blockchain global dan dunia aset kripto. Beberapa mitra terbesar ialah BlNANCE, Samsung SDS, INDODAX, Samsung Electronics Indonesia, QCP Capital, SolidBlock, dan Gopax Indonesia.

Pada hari pertama, pemain global yang paling berpengaruh di industri aset blockchain dan kripto akan berbagi pandangan tentang industri blockchain dan cara praktis untuk menerapkannya ke sektor publik dan swasta. Juga akan ada pejabat pemerintah tingkat menteri untuk berbicara tentang industri dalam waktu dekat dengan teknologi blockchain dan prospek kerangka peraturan.

Teknologi blockchain berpotensi meraup pendapatan dari pasar global. Proyeksinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2023, nilainya mencapai US$ 23,2 miliar setara dengan Rp 317,8 triliun dengan kurs Rp 13.700. Ini kenapa menjadi alasan Masa Depan Industri dalam Pemanfaatan Blockchain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!