Masuk Mal Kini Harus Scan QR Code Dulu Untuk Hadapi New Normal

Masuk Mal Kini Harus Scan QR Code Dulu

Masuk Mal Kini Harus Scan QR Code Dulu – Memasuki era new normal, kini warga Jakarta yang ingin masuk pusat perbelanjaan atau mal harus memindai atau scan QR Code terlebih dahulu. Banyaknya berita hoax tentang virus corona juga menjadi pemicu hal ini dilakukan.

Kebijakan ini merupakan salah satu protokol kesehatan yang diterapkan pusat perbelanjaan guna mencegah penularan virus corona Covid-19.

Sebelum memasuki mal, pengunjung akan diarahkan untuk memindai QR Code menggunakan smartphone masing-masing. Data yang masuk kemudian digunakan untuk memantau dan mengetahui jumlah pengunjung yang berada di mal ataupun tenant tertentu.

Disamping itu, scan QR Code ini juga berfungsi untuk mengetahui aktivitas pengunjung selama berada di dalam mal, seperti pergi ke tenant mana saja.

Sehingga, jika nantinya ada kasus terdeteksi positif Covid-19, maka pengunjung lain yang berada dalam satu tenant tersebut secara otomatis akan terhitung sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau bagian dari tracing.

Pengembangan lebih lanjut

Meski begitu, belum semua mal di Jakarta yang menerapkan kebijakan tersebut, salah satunya Mal Kota Kasablanka.

General Manager Mal Kota Kasablanka Lusiana yang belum menerapkan sistem scan QR Code pada pengunjung, menilai perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk menerapkan sistem tersebut.

“Mungkin jangka panjangnya, kita cari program yang benar-benar simple. Masih harus ngobrol sama IT-nya. Karena kayanya nggak bisa IT internal, kayanya harus panggil orang,” kata Lusiana, dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (16/6).

Lusiana mengakui penggunaan scan QR Code belum sempat diterapkan pada hari pertama pembukaan Mal Kasablanka karena ada kendala teknis sistem yang belum siap.

Ia lalu menambahkan, saat ini pihaknya tengah memodifikasi sistem scan QR Code untuk memudahkan operasional dan mencegah terjadinya antrian panjang.

“Misal kalau berlima ada anak dan orang tua. Belum tentu mereka punya handphone masing-masing. Kalau pun ada, mungkin dampaknya akan terjadi macet ke traffic panjang. Akhirnya kita lagi modif dengan barcode langsung 3 orang, 5 orang atau 10 orang sekaligus, sehingga saat keluar otomatis langsung keluar 10 orang itu,” kata Lusiana.

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!