Pelajaran Berharga Dari Sebuah Kesalahan Pemalsuan Tanda Tangan

Pelajaran Berharga Dari Sebuah Kesalahan Pemalsuan Tanda Tangan

Pelajaran Berharga Dari Sebuah Kesalahan Pemalsuan Tanda Tangan – Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berharga dari sebuah kesalahan besar dimana saya dan teman-teman melakukan pemalsuan tanda tangan. Saya pribadi dari dulu memang menjadi anak yang mungki bisa dikatakan nakal karena dalam sekolah pun saya sering mencontek. Tidak mengerjakan PR sendiri karena beberapa alasan.

Namun ada ketika kondisi dimana peluang seperti melakukan pemalsuan stempel yang bisa diakukan dengan membeli stempel di tempat orang berjualan stempel di pinggir jalan. ketika saya malas untuk mengikuti sesuatu pembelajaran seperti magang biasanya saya hanya membikin surat kemudian meminta tanda tangan dan untuk selanjutnya tidak berhadir lagi karena memang kondisi saya dulu tidak memliki motor dan jauh dari tempat saya magang.

Keadaan ekonomi yang memunginkan untuk dipikirkan membuat stempel dan tanda tangan palsu lebih murah daripada harus magang ketempat yan jauh lokasi sehingga pemalsuan pun menjadi pilihan. Yang terpenting ketika ditanya oleh guru saya bisa menjawabnya. engan keyakinan yang besar dan pengetahuan yang saya ketahui memang saya bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Nah hal ini pun berlanjut ketika saya kuliah dan harus mengikuti PKL hal itu pun terjadi kembali pemalsuan yang saya lakukan harus terjadi lagi. Namun kali ini bedanya saya melakukannya dengan teman PKL saya karena dari kampus emang untuk PKL harus dilakukan berdua.

Kemudian ketika saya di dalam kondisi pekerjaan yang memang menuntut untuk segera melakukan penyelesaian pekerjaan. Dari Atasan untuk segera melakukan penyelesaian sedangkan dokumen yang beberapa yang sudah ditandatangani hilang sehingga harus melakukan submit ulang kembali. Namun ketika setelah submit dokumen selalu terlambat dalam pengembalian dan bertanya ke atasan apakah itu bisa dilakukan meskipun tidak jawab seperti lampu hijau untuk dilakukan sehingga pemikiran untuk pemalsuan kembali ada ditambah ada tuntutan untuk segera melakukan penyelesaian pekerjaan.

Saya pribadi merasa bertanggung jawab sebagai Lead QA/QC dengan dokumen yang telah menjadi tanggung jawab kami di departemen QC pemalsuan kami lakukan dan dilakukan oleh tiga orang termasuk saya pribadi. Namun ada kondisi dimana ketika saya sudah menyadari kalau ini sebuah kesalahan dimana ada seseorang yang hanya berambisi sebuah jabatan atau mencari nama baik sendiri saya mencoba menarik semua dokumen yang dipalsukan kemudian saya bikin dan submit kembali.

sebelumnya juga teman saya udah ketahuan memalsukan tanda tangan oleh pihak klien. Sehingga waktu itu saya berusaha mencari dokumen yang masih ada, namun dokumen yang saya cari tidak saya temukan agar bisa saya tarik kembali agar hal ini tidak terjadi lagi dan kemudian keesokan harinya saya pribadi diperintahkan untuk mengikuti meeting untuk proyek lain dan ternyata dokumen itu telah dikirim ke klien. Dan klien mengetahui jika tanda tangannya dipalsukan tentu saja itu menjadi petaka besar sehingga seandainya saya dimasukkan ke penjara itu bukanlah hal yang salah.

Namun saya mencoba minimal minta maaf kepada orang yang telah saya palsukan tanda tangan dan beberapa orang klien yang memang begitu percaya kepada saya. Kembali itu memang sudah walaupun bagaimana saya sebagai lead harus bertanggung jawab untuk memikul beban kesalahan ini meskipun dilakukan oleh beberapa orang agar biar saja diatasnamakan saya semua untuk pemalsuan tanda tangan ini. Akibatnya saya dipecat namun setelah saya berpikir ini adalah Pelajaran Berharga Dari Sebuah Kesalahan Pemalsuan Tanda Tangan.

Kita ambil hikmahnya saja jika semua terjadi karena memang kesalahan saya dan saya harus memikulnya meskipun harus dipecat dengan tidak hormat. Entah itu sebuah tuntutan pekerjaan atau suruhan atasan Intinya saya mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk perusahaan. klien dan teman-teman berusaha support untuk teru sukses dimanapun berada dan ternyata waktu tidak berselang lama saya langsung mendapatkan pekerjaan kembali meskipun lama terpikir dalam benak saya dari dulu utuk melakukan usaha sendri. Namun takdir berkata lain sehingga harus terjun di dunia proyek kembali.

Saya share artikel ini agar teman-teman tidak melakukan kesalahan yang sama entah itu tuntutan pekerjaan lebih baik berjalan seadanya yang terpenting kita sudah lakukan terbaik

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!