class="post-template-default single single-post postid-19729 single-format-standard unselectable group-blog">

MASUKKAN HPK DI SINI dan PISAHKAN DENGAN KOMA (hpk 1, hpk 2, hpk 3, dst)

9 Perbedaan SSD dan HDD. Alasan Kuat Mengapa Beralih ke SSD

Perbedaan SSD dan HDD. Alasan Kuat Mengapa Beralih ke SSD

Anda terbiasa bekerja dengan laptop yang menggunakan penyimpanan hardisk. Namun, lam- kelamaan kinerja laptop Anda menurun drastis. Performanya tidak sekencang dulu lagi. Laptop Anda mulai lambat dan lelet. Saatnya Anda beralih ke SSD. Tetapi anda ragu, jangan-jangan tidak sesuai dengan ekspektasi Anda. HDD apa SSD? Padahal harganya lumayan mahal. Sebelum memutuskan membeli SSD, pastikan Anda pelajari dulu apa perbedaan SSD dan HDD. Agar Anda tidak kecewa di kemudian hari.

Apa bedanya HDD dan SSD? SSD sebagai media penyimpanan terbaru memiliki perbedaan dengan HDD atau hardisk. Inilah aneka perbedaan antara SSD dan HDD:

  1. Rancangan dan struktur yang berbeda
  2. Berat dan ukuran yang berbeda
  3. Perbedaan kecepatan SSD dan HDD
  4. Komponen pembentuk yang berbeda
  5. Efek yang dihasilkan
  6. fragmentasi
  7. Perbedaan harga
  8. Performa yang berbeda
  9. Perbedaan daya tahan

Tahukah Anda Apa perbedaan antara SSD dengan HDD? Yuk, simak pembahasannya dalam artikel ini. Penulis akan mengupas apa saja perbedaan antara SSD dan HDD secara lengkap dan mendalam.

Perbedaan SSD dan HDD

Belum banyak orang yang mengenal Apa itu SSD. Secara umum SSD singkatan dari Solid State Drive. Yaitu sebuah media penyimpanan yang berbasis pada Integrated Cirkuit (IC) yang tersusun dari beberapa chip memori yang saling terkait satu sama lain. Prinsip dasar SSD tidak menggunakan cakram layaknya hardisk. Sehingga lebih efektif, efisien dan pasti lebih cepat.

Tidak banyak perbedaan antara hardisk dan SSD. Keduanya memiliki persamaan. Yaitu sama-sama media penyimpanan data dan informasi.

Akan tetapi menyimpan data dan informasi dalam SSD jauh lebih aman dari risiko jangka panjang. Mengapa menyimpan data dalam SSD lebih aman jangka panjang dibanding dengan menyimpan dalam hardisk?

Karena ketika Anda menyimpan data dalam hardisk, ada kemungkinan piringan magnetis rusak, berkarat. Sehingga tidak piringan magnetis mau berputar. Ketika piringan magnetis ini berhenti bergerak, maka otomatis hardisk jadi rusak. Kerusakan hardisk membuat data dan informasi yang ada di dalamnya tidak bisa Anda akses.

Di mana perbedaan SSD dan HDD

Lantas mungkin Anda bertanya-tanya di mana perbedaan SSD dan HDD secara prinsip?  Berikut penulis akan menjelaskan beberapa perbedaan prinsip antara SSD dan HDD:

Perbedaan SSD dan HDD

Tidak ada perbedaan SSD dan HDD pada laptop dan PC (Personal Computer). Perbedaan ini tidak pada PC atau laptopnya tapi pada SSD dan HDD itu sendiri.

Inilah beberapa perbedaan antara SSD dan HDD yang perlu Anda tahu.

Rancangan dan struktur yang berbeda

Antara SSD dan HDD memang dirancang berbeda. SSD dirancang memanfaatkan teknologi penyimpanan non-volatile. Alat ini dikenal dengan istilah flash NAND.  Keistimewaan dari SSD ini tidak membutuhkan daya untuk melakukan proses penyimpanan. Sehingga cara kerjanya mirip dengan sebuah flash disk (USB). 

Penggunaan HDD sudah berlangsung sejak tahun 1950-an.  HDD ini berfungsi dan bekerja menggunakan piringan magnetis yang berputar secara teratur dan stabil.  Dalam sebuah hardisk ada plat yang bergerak secara akurat melakukan aktivitas read (membaca) dan write (menulis) data yang ada dalam piringan magnetis. Sehingga hardisk sekali bergerak dia bisa melakukan 2 aktivitas sekaligus; yaitu membaca (read) dan menulis (write). Memang pada awal penemuannya orang heboh dan takjub betapa alat sebesar hardisk ini mampu menyimpan data hingga ratusan GB dan memiliki kecepatan yang luar biasa. Tetapi dengan berjalannya waktu, orang mulai banyak menemukan kelemahan hardisk. Salah satunya adalah mudah mengalami panas (heat). Sehingga ketika HDD mengalami panas yang berlebihan, HDD berpotensi rusak dan kehilangan data yang ada di dalamnya. Bagi sebuah perusahaan, tentu ini adalah insiden yang sangat merugikan. Kehilangan data bagi perusahaan jauh lebih berat daripada kehilangan uang.

Berat dan ukuran yang berbeda

Hardisk dan SSD memiliki berat dan ukuran yang berbeda-beda. Ada beberapa komponen material dari hardisk yang tidak memungkinkan dia bentuknya kecil. Seperti platter head, piringan magnetis, dll.  Sebuah hardisk bekerja secara maksimal pada piringan magnetisnya. Sehingga ukuran hardisk lebih besar dari ukuran HDD.

SSD yang beredar di pasaran memiliki ukuran 2,5 inci. Ukuran ini rata-rata hanya cocok untuk penggunaan laptop. Walaupun begitu Anda tetap bisa menggunakan HDD ini pada PC (Personal Computer) Anda. Tentu perlu menyesuaikan dengan socket yang ada di PC Anda.

Perbedaan kecepatan SSD dan HDD

Antara hardisk dan SSD memiliki kecepatan yang berbeda. Hardisk lebih lambat karena faktor komponen pembentuknya; Mulai dari platter (penuimpan data), spindle (pemutar cakram) dan aktuator. Apalagi jika Anda menggunakan harddisk dalam jangka waktu yang lebih lama. Maka Anda akan merasakan perbedaan yang sangat mencolok.

Sebaliknya, sebuah SSD memiliki kecepatan yang lebih cepat dari hardisk. SSD memiliki kecepatan 8 kali lebih cepat daripada HDD. Sehingga PC atau laptop Anda akan mengalami booting yang jauh lebih cepat dibanding hanya menggunakan hardisk biasa.  Kecepatan booting menggunakan SSD kurang dari 1 menit. Pada saat booting, laptop Anda melakukan letak dan pencarian hardware dan software hingga menyala penuh. Booting identik dengan optimasi BIOS (Basic Input Output System) pada komputer atau laptop.

Komponen pembentuk yang berbeda

SSD memiliki  struktur dan komponen  bentuk yang berbeda. Sedangkan hardisk bekerja memanfaatkan motor piringan serta lengan kuas yang terhubung langsung ke piringan. Proses membaca hardisk memanfaatkan mekanik yang ada dalam piringan. Piringan magnetis ini berputar secara statis melalui sebuah komponen elektronik yang mampu melakukan proses pengolahan baca (read) dan tulis (write) data.  Dalam sebuah hardisk proses pengolahan data dilakukan antara proses mekanik dan proses elektrik.  Sedangkan pada SSD proses data yaitu aktivitas menulis (write) dan membaca (read) data tidak menggunakan proses mekanik. SSD tidak membutuhkan komponen mekanis sama sekali. Mulai dari motor, piringan magnetis dan lengan penggerak. Jadi, kecepatan SSD tidak tergantung oleh kecepatan gerak dari komponen mekanik. 

SSD hanya terdiri dari komponen elektronik mulai dari IC (Integrated Circuit), komponen elektronik, kapasitor dan komponen pendukung yang lainnya.  Proses membaca (read) dan menulis (write) data hanya berlangsung pada dimensi elektrik saja layaknya cara kerja sebuah memori RAM dan flashdisk (USB).

Efek yang dihasilkan

Sebuah hardisk bekerja menerapkan beberapa unsur mekanik. Sehingga mampu menghasilkan efek samping yang nampak buruk. Mulai dari:

Munculnya panas (heat) yang berlebihan

Sebuah hardisk pasti mengalami panas (heat). Adakalanya panas biasa, sedang dan berlebih. Untuk mengatasi panas ini biasanya sebuah PC (Personal Computer) dilengkapi dengan fan (kipas). Kipas ini berfungsi untuk menekan panas. Sehingga panas hardisk tetap stabil dan tidak mengganggu kinerja komputer Anda.

Konsumsi daya yang tinggi

Hardisk terdiri dari berbagai macam komponen mekanik. Sehingga membutuhkan konsumsi daya yang cukup tinggi. Komponen mekanik ini bisa bekerja maksimal apabila memiliki daya yang cukup. Maka, tidak heran bila penggunaan PC (Personal Computer) pemakaian dayanya jauh lebih tinggi daripada laptop.

Putaran piring magnetis menimbulkan noise

Sudah menjadi rahasia umum sebuah PC (Personal Computer) biasanya mengeluarkan suara yang tidak nyaman. Suara noise ini muncul karena pengaruh kipas yang bekerja keras untuk  mendinginkan processor dan hardisk. Kipas bekerja secara otomatis. Ketika processor atau hardisk mengalami panas yang berlebih, maka kipas akan berjalan secara maksimal sehingga mengurangi noise yang timbul.

Sebaliknya, pada SSD tidak menggunakan komponen mekanik sama sekali. Sehingga sebuah SSD aman dari panas.

Beberapa efek yang timbul dari penggunaan SSD:

Muncul panas yang wajar

SSD tetap mengeluarkan panas tetapi panas yang timbul tidak berlebihan. Sehingga tetap aman walaupun tanpa menggunakan kipas.

Penggunaan daya yang kecil

SSD tidak menggunakan komponen mekanik sehingga hemat daya. Daya yang dibutuhkan oleh sebuah SSD hanya berkisar 1 watt saja.  Berbeda dengan hardisk yang yang menggunakan komponen mekanik. Sehingga membutuhkan banyak daya. Daya dibutuhkan oleh sebuah hardisk berkisar antara 50 Watt lebih.

Minim gangguan suzzara (noise)

Hardisk tidak bekerja menggunakan piringan magnetis. Sehingga tidak ada suara yang timbul. Anda akan bisa bekerja secara nyaman dan maksimal Dengan memanfaatkan SSD sebagai media penyimpanan.

Fragmentasi

Hardisk bentuknya spiral sehingga mampu menyimpan file-file besar dalam blok yang  saling berdekatan. Walaupun tersimpan pada blok yang berdekatan tetapi saat kapasitas hardisk penuh, data dalam hardisk ini akan mulai terpencar secara otomatis. Jadi inilah pengertian sederhana dari fragmentasi.

Perbedaan harga

Hardisk dan SSD memiliki perbedaan harga yang cukup jauh. SSD dijual jauh lebih mahal dari pada hardisk. Tentu karena beberapa kelebihan yang dimiliki oleh SSD dibanding hardisk.  Rata-rata harga SSD di pasaran 9 kali lipat lebih mahal dibanding dengan harga hardisk. Ini harga yang wajar karena beberapa kelebihan yang dimiliki oleh SSD.

Performa yang berbeda

SSD memiliki performa yang jauh lebih bagus dibanding dengan hardisk. Performa ini ditunjukkan oleh:

Waktu akses

SSD memiliki waktu akses yang jauh lebih cepat mencapai 0,1 ms.  Sedangkan hardisk memiliki kecepatan akses 5,5 hingga 8,0 ms.

Performa I/O

SSD memiliki performa I/O mulai dari 6.000 I/O setiap detiknya.  Sedangkan hardisk memiliki performa I/O hingga 400 I/O setiap detiknya.

Persentase kerusakan

SSD memiliki persentase kerusakan yang jauh lebih sedikit dibanding dengan hardisk. Persentase kerusakan SSD hanya 0,5%. Bandingkan dengan persentase kerusakan hardisk yang mencapai 2 hingga 5%.

Sehingga sebuah SSD memiliki performa yang jauh lebih cepat dan akurat dibanding dengan penggunaan harddisk.

Perbedaan daya tahan

SSD memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat terhadap goncangan dan benturan.  Mengapa SSD jauh lebih tahan ketika terjadi benturan dan guncangan? Karena SSD tidak menggunakan komponen mekanik sama sekali. SSD menggunakan komponen elektronik yang jauh lebih fleksibel dan efisien.  Sebaliknya, hardisk sangat sensitif terhadap benturan. Hardisk terbentuk dari berbagai komponen mekanik yang rawan terhadap benturan. Maka ketika Anda membawa sebuah PC (Personal Computer) yang menggunakan hardisk, Anda harus berhati-hati agar data Anda aman dari benturan. 

Untuk mempertahankan fungsi dan tugasnya sebuah hadis memerlukan suhu yang yang normal dan stabil. Semua dalam rangka untuk menjaga kebersihan piringan dan menjaga performa dan kinerja hardisk.

Bagusan SSD apa HDD? 

Lantas muncul sebuah pertanyaan, bagusan SSD apa HDD? Dari pemaparan penulis dalam artikel di atas, Anda sudah tahu apa saja perbedaan antara SSD dan HDD. Perbedaan ini menjadi keunggulan SSD pada satu sisi dan jadi kekurangan HDD pada sisi yang lain. Setelah Anda tahu perbedaan SSD dan HDD ini, maka Anda bisa mengambil kesimpulan sendiri apakah Anda akan tetap menggunakan HDD (Hardik) sebagai media penyimpanan atau beralih ke SSD yang jauh lebih lebih efektif dan aman untuk menemani Anda bekerja dan berkarya.

Recommended For You

About the Author: Abidaril Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!