Serba-Serbi Root

Root Android

Serba-Serbi Root – Pengguna smartphone pastilah tidak asing lagi dengan istilah root. Sama seperti akar pada tumbuhan (jika diartikan secara harfiah), root di sini berarti mengambil alih tugas inti pada sistem, file, dan command di Android. Bisa mengubah, menghapus, menambah, pun merusak. Untuk lebih jelasnya lagi, jika menge-root gadget Anda, maka akan mendapat hak akses penuh, sama seperti perintah Run as Administrator pada Windows. Nah, bagi Anda yang bosan dengan tampilan Android serta suka melakukan eksperimen atau hal-hal baru, tampaknya cocok melakukan root.

Jadi, jika sudah di-root, apa saja yang bisa Anda lakukan pada Android? Setidaknya ada tujuh, yaitu: membuka fitur-fitur yang sebelumnya terkunci di sistem atau memasang aplikasi non-Android, mengubah tampilan UI, seperti: warna menu dan serta font, konfigurasi fisik, dan animasi, keleluasaan mengakses fitur wireless tethering, flash custom ROM, menghapus data aplikasi default, backup aplikasi, dan fungsi yang paling diminati adalah membuat Android versi di bawah 4,0 dapat menggunakan BBM dengan cara mengganti custom ROM.

Bagaimana, apa Anda tertarik? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengunduh aplikasi SuperOneClick, ClockworkMod, atau Odin pada PC. Cari tahu terlebih dahulu aplikasi mana yang sesuai dengan Android Anda, kemudian meng-install USB driver pada Android dan usahakan pada debugging mode (settings-applications-development-USB debugging), lalu ekstrak file pada sebuah folder, masukkan Android pada PC, ikuti petunjuk-petunjuknya, dan akan ada tulisan “Root files have been installed,” sebagai tanda root Anda berhasil. Namun, yang perlu diingat, lakukanlah dengan langkah yang benar agar tidak menyebabkan kerusakan fatal, seperti tidak bisa booting bahkan mati total. Juga, kerusakan saat root tidak ditanggung oleh garansi.

Kelihatannya sangat berisiko, ya? Tapi, tetap saja ada kelebihannya, kok, yaitu: mempunyai kuasa penuh untuk memodifikasi “bagian dalam” Android tanpa merusak memori, memindahkan aplikasi dari memori internal ke eksternal, mempercepat kinerja prosesor, bisa mem-backup data, dan yang paling penting bisa menambah memori RAM atau biasa disebut SWAP.

Mengingat root adalah usaha pengguna dalam memodifikasi hasil “bentukan” vendor, maka terdapat pula kekurangannya dan ini tergolong ekstrim. Salah satunya adalah hilangnya garansi, yang sudah disinggung sebelumnya. Membuat Android pada jangka waktu tertentu tidak bekerja secara normal, kemudian, mudah sekali terserang virus dan Malware. Tapi, untuk mencegahnya, gunakan sistem open source, sehingga virus yang terdeteksi bisa langsung dihapus.

Bila menimbang dari segi kelebihan dan kekurangannya, bisa disimpulkan imbang. Tapi, jika memikirkannya lebih bijak lagi, lebih baik pemilik Android pemula atau yang masih awam dengan teknik-teknik root, sebaiknya tidak melakukannya, apalagi memang tidak membutuhkan fitur-fitur yang sudah disebutkan di atas. Jangan sampai alih-alih coba-coba, membuat Anda mengalami kerugian.

About the Author: Andi Setiawan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!