Shuuutooo!!! Nostalgia Winning Eleven 4

DuniaTeknologi.Info – Winnning Eleven adalah game termasyur di zamannya dikala itu tahun 2001-2004 yang mana selalu menjadi idola para penggila bola termasuk saya pribadi yang senang sekali bermain bersama teman-teman. Winning Eleven merupakan sepakbola besutan konami yang mengalami beberapa kali penyempurnaan.

Membahas winning Eleven pastinya akan membawa para penggemarnya dalam sebuah nostalgia yang akan kita rindukan ketika waktu bermain untuk mengisi waktu luang atau menghabiskan waktunya untuk membangun sebuah tim dalam master league untuk menjadikan tim yang sempurna. Hal ini tentu tanpa disadari akan membawa kita mengingatkan kembali secara tidak pernah sadar yang biasanya Anda lakukan dan sangat kita rindukan, yakni :

1. Meletakkan Roberto Carlos Menjadi Striker

Mengganti posisi Roberto Carlos menjadi penyerang sebagai alteratif terbaik jika ingin menang jika menggunakan Brazil. Tidak ada pilihan lain sebagai ujung tombak dengan memanfaatkan kecepatan, kelincahan, akurasi tendangan yang begitu keras menjadi gol jika sudah berada di depan gawang. Anda tinggal mencari tim brazil dengan nomor punggung 6 dan nama yang paling panjang itu jelas Roberto Carlos.

2. Gol Oliver Bierhof Lewat Sundulan Mautnya

Oliver Bierhof Penyerang Jerman dengan sundulan mautnya 90% gol jika sudah berada dikepala Bierhof merupakan jaminan ketika mendapat umpan silang. Perawakan yang memiliki badan tinggi dan body balance serta sundulan mautnya maka menjadikan striker Jerman ini sebagai pilihan yang tepat untuk diberikan umpan silang.

3. One Two (L1+X)

One Two (L1 + X)  merupakan gerakan satu dua yang membuat suasana tidak menyenangkan karena hampir setiap di depan gawang taktik ini berhasil aplagi didukung dengan pemain yang memiliki passing yang tinggi. Kemungkinan gol akan lebih besar jika dilakukan 2 pemain yang memiliki akurasi tinggi.

4. Komentator Khas dan Efek Suara

Komentator Jepang yang khas menghiasi setiap pertandingan dengan kalimat “Shuuutooo”. Serta beberapa kata berbahasa inggris yang dilafalkan dengan bahasa khas negeri sakura ini tak heran jika mengingatkan kembali pada masa dulu bersama teman-teman yang selalu terngiang seperti batestota (batistuta) dan bekuhamu (beckham).

5. Antri Main Di Rental PS

Inilah kenangan yang tak terlupakan dari setiap nostalgia Winning Eleven 4. Kalian yang diberi kesempatan mempunyai Playstation 1 mungkin tidak pernah mengalami hal ini, namun bagi saya yang hidup dan besar di kota terpencil, Playstation 1 adalah barang mewah.

Untuk memuaskan hasrat bermain pun kami tidak kehilangan akal. Pergi ke rental adalah jawaban tepat, dan kala itu rental PS1 adalah idola setiap insan baik tua ataupun muda, mungkin setara dengan Wartel karena Warnet jelas belum ada. Bagaimana asyiknya bermain dikelilingi oleh teman sebaya adalah hal yang sangat luar biasa. Bahkan setelah pulang sekolah langsung makan dan pergi ke tempat rental untuk tidak sampai antri main playstation.

Saya masih ingat bagaimana dari siang menjelang senja di sebuah rental PS yang terletak tidak jauh dari rumah. Berbekal uang hasil menabung dari uang jajan, saya pergi ke tempat teman sambil berharap untuk bisa bermain PS1 sampai puas karena sudah hari Sabtu dan kala itu kata “pacaran” belum tercetus di benak sama sekali. Kenangan yang mungkin belum ada tandingannya hingga saat ini.

Recommended For You

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!