Daftar Tempat Wisata di Kalimantan Selatan

Daftar Tempat Wisata Kalimantan Selatan

Banjarmasin yang biasa dikenal dengan sebutan Pulau Kalimantan atau Borneo sering dikenal dengan sebutan “Kota Seribu Sungai”.Hal ini dikarenakan banyaknya sungai yang dimiliki daerah Banjarmasin. Dari segi pariwisata Banjarmasin juga memiiki daftar tempat wisata di kalimantan selatan tidak kalah menarik untuk dikunjungi seperti provinsi atau kota lainnya di Indonesia.

Banjarmasin merupakan ibukota provinsi Kalimantan Selatan dimana terdiri dari 11 Kabupaten,dimana setiap kabupaten memiliki objek wisata tersendiri yang menarik untuk dikunjungi.

Berikut beberapa daftar wisata yang saya ketahui dan himpun yang sebagian pernah saya kunjungi :

Daftar tempat wisata di Kalimantan Selatan (Banjarmasin)

Banjarmasin

1. Komplek Makam Sultan Suriansyah

Makam Sultan Suriansyah merupakan makam Raja Banjar Pertama yang memeluk agama islam. Ketika kecil nama Sultan Suriansyah adalah Raden Samudera, setelah diangkat menjadi raja nama beliau menjadi Pangeran Samudera dan setelah memeluk agama islam nama beliau menjadi Sultan Suriansyah. Beliau juga memiliki gelar lain yaitu Panembahan atau Susuhunan Batu Habang.

Makam Sultan Suriansyah terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara. Selain Makan Sultan Suriansyah, di dalam komplek makam ini juga terdapat makam lain, yaitu Ratu Intan Sari, Sultan Rahmatullah, Sultan Hidayatullah, Khati Dayan, Patih Kuin, Patih Masih, Senopati Antakusuma, Syekh Abdul Malik, Haji Sa’anah, Pangeran Ahmad, Pangeran Muhammad, Sayyid Ahmad Iderus, Gusti Muhammad Arsyad, Kiai Datu Bukasim, dan anak Tionghoa Muslim.

2. Komplek Makam Pangeran Antasari

Pangeran Antasari adalah seorang pahlawan nasional berasal dari Kalimantan Selatan dan sangat dicintai masyarakat Banjar.

Kompleks Makam Pangeran Antasari merupakan sebuah kompleks pemakaman yang berada di jalan Malkon Temon, Sungai Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalsel.

Kompleks makamnya ini jadi satu dengan pekuburan muslim milik warga.Makam Pangeran Antasari diberi tempat khusus, berupa pendopo yang dipagari dan dicat warna kuning.

Di dekat Makam Pangeran Antasari terdapat makam istrinya, yaitu Ratu Antasari, cucu Pangeran Antasari yang merupakan tokoh pahlawan kemerdekaan rakyat Kalsel, Ratu Zaleha, makam pahlawan kemerdekaan rakyat Kalsel, Panglima Batur dan pahlawan Ampera, Hasanuddin HM.

Letak makamnya ini cukup mudah dituju karena tidak jauh dari pusat Kota Banjarmasin.

Lokasi ini sangat dikenal masyarakat Kota Banjarmasin karena merupakan makam seorang pahlawan nasional.Pangeran Antasari wafat pada 11 Oktober 1862 di kampung Bayan Begok, Kalimantan Tengah.

3. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah di Jalan Alalak Utara RT 5, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Berdasarkan fakta sejarahnya, masjid ini dibangun saat Islam baru saja merambah Kalimantan Selatan.

Berdasarkan fakta sejarahnya, penyebaran Islam di Kalimantan Selatan memang berasal dari Demak. Menurut kisahnya, dulu Sultan Suriansyah dan seluruh rakyat Kerajaan Banjar beragama Hindu. Dia terlibat perang saudara dengan pamannya, Pangeran Tumenggung. Disebutkan dalam Hikayat Banjar, Pangeran Samudera yang santun disenangi kakeknya, Maharaja Sukarama yang berkuasa di Kerajaan Negara Daha yang situsnya sekarang berada di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Maharaja kemudian memutuskan untuk mewariskan tahtanya ke cucunya ini. Hal itu membuat sang paman yang merupakan anak pertama sang raja, yaitu Pangeran Tumenggung berang. Sejak lama sang paman memang mengincar takhta kerajaan. Akhirnya, agar tak dibunuh sang paman, Pangeran Samudera melarikan diri dengan menyamar sebagai nelayan dan berkelana hingga ke daerah Kuin di Bandarmasih (nama lama Banjarmasin).

Arsitektur masjid ini dipengaruhi Masjid Demak, Jawa Tengah.  (Banjarmasin Post/Yayu) Uniknya, arsitektur masjid ini memiliki banyak simbol tersirat yang jarang diketahui generasi muda sekarang. Di antaranya adalah empat tingkatan bangunan masjid ini yang sarat dengan simbol keislaman.

Dari segi bangunannya, kendati banyak dipengaruhi arsitektur masjid di Demak, tidak seluruhnya masjidnya bernuansa Demak. Masjid ini bertipe panggung, seperti halnya bangunan-bangunan lainnya di Banjarmasin yang bertipe rumah panggung. Hal itu disebabkan kontur tanahnya yang rawa sehingga diperlukan fondasi kuat bertipe panggung agar bangunan tidak mudah roboh.

“Jika masjid sultan suriansyah panggung namun masjid di Demak tidak bertipe panggung” katanya. Lokasi masjid ini sangat mudah dijangkau. Letaknya di pinggiran kota Banjarmasin, tepatnya di tepi Sungai Kuin. Bisa dijangkau dengan kendaraan umum seperti ojek dan kendaraan pribadi. Bisa juga dengan perahu atau kelotok.

4. Pasar Terapung di Kuin

Keberadaan sungai di martapura ini menjadi peran penting untuk perekonomian masyarakat baik sektor ekonomi maupun pariwisata.Salah satunya adalah keberadaan pasar terapung yang menjadi salah satu daya tarik kalimantan selatan.

Pasar ini menyediakan hasil kebun dari kampung-kampung dan sekitar an aliran sungainya yang menjual seperti sayur-mayur,buah-buahan yang menjadi unik adalah penjual yang menggunakan perahu atau jukung dalam bahasa banjar.

Namun pasar ini hanya dapat dijumpai pada pagi hari pada pukul 05.30 sampai 08.00 pagi.Namun sekarang sudah dijumpai pada sore hari di taman siring sungai martapura di depan masjid raya Sabilal Muhtadin yang kurang lebih pemandangannya hampir sama.

5. Museum Wasaka

Museum Wasaka menyimpan benda bersejarah, yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Kalimantan Selatan melawan kolonial Belanda. Museum yang berlokasi di Gang H. Andir Kampung Kenangan Ulu, Kelurahan Sungai Jingan, Kecamatan Banjarmasih Utara ini telah diresmikan pada tanggal 10 November 1991.

Museum ini memilki beberapa koleksi senjata senjata modern hingga tradisional rakyat Banjar. Meskipun museum ini tergolong mungil, namun didalamnya telah tersimpan sekitar 400 benda benda bersejarah selama perang kemerdekaan. Banyak sekali benda benda peninggalan dari berbagai perang yang tersimpan ddengan baik di Museum Wasaka.

Di museum ini anda akan menemukan senapan angin yang memiliki badan terbuat dari kayu. Anda juga akan menemukan pakaian barajah yang bertuliskan mantra mantra tertentu. Mantra ini dipercaya mampu membuat pemakainya kebal dari serangan musuh. Sebenarnya pakaian berajah ini hanya berbentuk seperi kaus dalam, baju luar, ikat kepala dan babat.

Masyarakat setempat percaya jika baju ini dahulunnya dikenakan oleh pahlawan kemerdekaan Kalimantan Selatan yang dulu pakaiannya sengaja dirajahkan. Biasanya mereka yang bisa merajahkan pakaian ini adalah orang orang yang ahli dalam bidangnya seperti para ulama. Kini pakaian milik pahlawan Kalimantan Selatan ini telah disimpan dengan baik di Museum Wasaka.

6. Kubah Surgi Mufti

Kubah Surgi Mufti adalah makam dari seorang ulama bernama Haji Jamaluddin yang pernah menjadi mufti di Banjarmasin dan mendapat gelar anumerta Surgi Mufti. Kubah berasal dari bahasa Arab “qubbah” yaitu cungkup makam. Makam ini terdapat di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

7. Kubah Habib Basirih

Wisata Religi Kubah Habib Basirih

Kubah Habib Basirih adalah sebuah makam keramat seorang ulama yang menjadi objek wisata ziarah di Banjarmasin. Kubah ini letaknya tidak begitu jauh dari jembatan tol menuju kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kubah ini berada di Jl Keramat RT 13, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat.

8. Makam Ratu Zaleha

Wisata Religi Makam Ratu Zaleha
Wisata Religi Makam Ratu Zaleha

Wisata religi berupa makam tokoh pejuang ataupun kerajaan Banjar menjadi salah satu wisata andalan di Kota Banjarmasin yang berjuluk Kota Seribu Sungai ini.

Diantaranya  makam sosok pejuang dari Tanah Banjar yakni Ratu Zulaiha atau dikenal Ratu Zalecha.

Ratu Zalecha bisa dibilang salah satu sosok ‘Kartini’ masyarakat Banjar yang gigih berjuang mengusir penjajah.

Pusara atau makam dari Ratu Zalecha ini berada di Jalan Masjid Jami Kota Banjarmasin atau tepatnya satu lingkungan kompleks dengan Pangeran Antasari sebagai tokoh pahlawan nasional dari Tanah Banjar.

Akses menuju makam Ratu Zalecha  cukup mudah, karena bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua hingga roda empat.

Dan dari pusat kota Banjarmasin, waktu tempuh untuk sampai ke lokasi makam ini cukup memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 menit.

9. Taman Siring Sungai Martapura

Taman ini merupakan taman yang memang disediakan oleh pemerintah daerah untuk tempat nongkrong bagi pemuda dan pemudi di Banjarmasin.Tempat ini sangat ramai dikunjungi hampir tiap hari ditambah lagi icon banjarmasin yaitu Bekantan.

Banjarbaru

1. Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat adalah museum yang terletak di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Nama museum ini berasal dari nama tokoh Hikayat Banjar. Bangunan pertamanya didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda di Banjarmasin pada tahun 1907 dan telah beberapa kali berganti nama.

2. Pendulangan intan cempaka

Pendulangan Intan Cempaka

Pendulangan Intan Cempaka adalah lokasi pendulangan batu intan dan emas yang diolah secara tradisional yang berada di kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Lokasi ini hanya berjarak sekitar 47 km dari Banjarmasin, atau sekitar 7 km dari pusat kota Banjarbaru.

Banjar

1.  Mesjid Agung Al Karomah Martapura

Pada masa penjajahan Belanda masjid ini pertama kali didirikan. Pada waktu itu masjid ini masih bernama Masjid Jami’ Martapura. Struktur utama Masjid Jami’ Martapura terbuat dari kayu ulin. Kayu ini digunakan sebagai bahan baku untuk dinding dan lantai masjid. Sementara atapnya berupa atap tumpang yang berbentuk limas segi empat dan meruncing seperti kerucut.

Setiap kali renovasi masjid ini mengalami perubahan arsitektur. Hingga renovasi terakhir yang hanya menyisakan soko guru dan mimbar dari masjid yang asli. Seiring dengan pergantian arsitektur masjid yang lebih mengarah ke arsitektur Tengah Tengah, masjid ini juga mengalami pergantian nama menjadi Masjid Agung Al-Karomah pada tahun 2003. Pergantian nama ini dilakukan tepat pada hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Ketika anda mengunjungi Masjid Agung Al-Karomah, maka anda akan disambut dengan gapura dengan arsitektur khas Islam seperti pintu yang berbentuk busur setengah lingkaran. Dibawah gapura ini terdapat dua pintu keluar-masuk untuk kendaraan bermotor. Ditambah dengan dua pintu kecil yang bisa digunakan oleh pejalanan kaki untuk memasuki lokasi masjid. Bangunan masjid yang paling kontras terlihat adalah kubahnya yang berbentuk seperti bawang.

Kubah ini ditutup dengan batu marmer berwarna biru dan hijau dengan pola yang indah. Sementara dinding masjid itu sendiri berwarna krem. Total ada 7 buah kubah yang menjadi atap masjid dengan 3 kubah utama pada bagian tengah bangunan dan 4 kubah yang lebih kecil mengelilingi setiap sudutnya. Disalah bagian depan masjid ini berdiri sebuah menara. Jelas sekali terlihat menara ini mengadopsi arsitektur modern.

Karena tidak ada tangga atau teras pengamatan yang biasanya digunakan untuk mengamati hilal (bulan sabit muda pertama) untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Kalau diperhatikan menara ini lebih mirip piala ketimbang berbentuk menara tradisional. Ketika anda memasuki dalam masjid, maka akan terlihat keseluruhan lantai masjid yang tertutup dengan marmer. Tepat pada bagian dalam 3 kubah utama tergantung lampu hias.

Langit-langit kubah ini dicat berwarna biru dengan. Ada sekitar 9 tiang penyangga yang menahan berat masing-masing kubah utama. Ada banyak sekali tiang penyangga yang ada didalam masjid. Namun yang paling berbeda adalah 4 tiang penyangga yang ada pada bagian tengah. Keempat tiang penyangga ini atau yang disebut juga soko guru adalah tiang asli peninggalan masjid sebelum direnovasi.

Jika anda maju lagi kedalam tidak jauh dari soko guru terdapat ruang besar tempat Imam memimpin shalat. Dibagian ini juga diletakkan mimbar peninggalan masjid sebelumnya. Mimbar ini terbuat dari kayu dan dicat berwarna putih. Ada tangga pada bagian depan mimbar tempat Imam naik keatas kursi pada saat hari Jum’at. Mimbar ini dipenuhi dengan ukiran pada bagian depannya begitu juga yang terdapat pada bagian samping tangga.

Tentu saja selain dari soko guru dan mimbar yang merupakan peninggalan dari masjid yang lama, Masjid Agung Al-Karomah sangat berbeda sekali dengan masjid aslinya. Sejauh mata memandang anda hanya bisa melihat beton yang ditutupi marmer dengan beberapa ornamen besi disana-sini.

2.  Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura

Komplek Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) terletak di Jalan Ahmad Yani, Martapura, Kabupaten Banjar. Lokasinya mudah dicari karena terletak di pinggir jalan raya. Tempat ini kerap dijadikan destinasi berbelanja oleh-oleh khas Kalimantan Selatan oleh para selebriti tanah air yang sedang berkunjung kemari.

Di sini, berbagai jenis bebatuan mulia tersedia, bukan hanya intan, namun ada juga akik, kecubung, safir, rubi, dan sebagainya. Jika batu akik baru naik daun di Indonesia saat ini, sejak dulu di sini akik sudah terkenal, walaupun kota ini lebih dikenal sebagai daerah penghasil intan terbesar di Indonesia.

Berbagai jenis dan warna serta motif akik banyak dijumpai di sini. Ada yang masih mentah yaitu berupa bongkahan kasar, ada juga yang sudah masak alias sudah digosok dan dipasangkan ke tempatnya yang oleh pedagang setempat disebut amban.

Harga yang ditawarkan penjualnya beragam, tergantung ukuran dan tingkat kebeningannya. Di tempat ini, souvenir dari batu mulia tak hanya berupa bongkahan atau batu yang sudah digosok yang dijual, namun banyak juga yang sudah berupa perhiasan siap pakai seperti gelang, kalung, anting, cincin, dan bros.

Harga yang ditawarkan beragam, mulai dari yang murah sekitar Rp 10 ribu hingga jutaan rupiah. Wisatawan dari luar Kalimantan Selatan biasanya menjadikan CBS sebagai destinasi wisata untuk berbelanja oleh-oleh. Sebab, di sini tak hanya menjual berbagai jenis batu mulia, namun juga kerajinan tangan lainnya seperti tasbih, tas berbahan manik-manik khas suku Dayak, dan baju tradisional Dayak.

Menuju ke tempat ini sangat mudah karena lokasinya di pinggir jalan raya. Jika hendak kemari bisa menggunakan kendaraan pribadi. Bisa juga memakai transportasi umum seperti becak, bajaj dan angkutan kota jurusan Banjarbaru-Martapura. Khusus angkutan kota jika Anda dari Banjarbaru tarifnya Rp 5.000 per orang. Jika dari Landasan Ulin (masih di daerah Banjarbaru juga) karena lebih jauh tarifnya Rp 8.000 per orang. Jika Anda dari Banjarmasin ingin tarif murah bisa memakai jasa angkutan umum taksi mobil Colt L300 dari Terminal Induk Kilometer 6 di Jalan A Yani Km 6, Banjarmasin.

Anda dapat memilih jurusan ke Martapura dan minta diturunkan di CBS. Tarifnya hanya Rp 15.000 per orang.

3.  Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung merupakan ikon Kota Banjarmasin. Terdapat tiga Pasar Terapung di Banjarmasin; Pasar Terapung Muara Kuin, Pasar Terapung Siring dan Pasar Terapung Lok Baintan. Semua pasar tradisional ini memiliki ciri khas unik yaitu pedagangnya menjual produk mereka diatas “jukung” atau perahu tradisional.

Pasar Terapung Lok Baintan adalah yang paling ramai, terletak di Sungai Pinang, Banjar dan hanya 10 km dari Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin. Hotel menyediakan tur GRATIS ke Pasar Terapung Lok Baintan bagi Anda yang melakukan pemesanan melalui website kami. Aktivitas perdagangan disini mulai dari pukul 6 pagi sampai 9.30 pagi (GMT+8). Produk yang dapat Anda temukan di Pasar Terapung Lok Baintan diantaranya sayur mayur, ikan, buah-buahan, kue dan makanan tradisional.

Yang menjadikan Pasar Terapung Lok Baintan berbeda dan lebih unik biasanya para pembelinya menggunakan metode barter. Mata uang bukan menjadi alat pembayaran utama disini. Jadi umunya, orang-orang akan menukarkan hasil bumi mereka seperti sayur mayur dan buah-buahan dan jumlah penukarannya tergantung pada kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Jika Anda mengunjungi Banjarmasin, jangan lupa untuk wisata ke Pasar Terapung Lok Baintan dan ciptakan momen berharga!

4.  Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary Kelampaian

Kalimantan Selatan memiliki banyak destinasi wisata religi seperti masjid atau surau tua dengan arsitekturnya yang khas hingga makam-makam ulama. Kabupaten Banjar misalnya, memiliki beberapa destinasi wisata religi. Di antaranya yang paling terkenal adalah Makam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari. Sosok Syekh Muhammad Arsyad Albanjari memang dikenal sebagai seorang ulama yang alim dan saleh di masanya. Beliau dilahirkan di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar pada 17 Maret 1710 dan meninggal dunia di Dalam Pagar, Kabupaten Banjar pada 13 Oktober 1812. Makamnya berada di Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Martapura, Kabupaten Banjar.

Karena bermakam di Desa Kalampayan Tengah, oleh orang-orang Banjar, ulama kharismatik ini kemudian sering digelari Datuk Kalampayan. Semasa hidupnya, ulama bermazhab Imam Syafi’i ini mengabdi sebagai mufti atau tokoh agama di Kerajaan Banjar. Beliau banyak mengarang kitab fikih Islam, di antaranya adalah Kitab Sabilal Muhtadin dan Kitab Tuhfatur Raghibin. Kedua kitab ini sangat dikenal di kalangan umat Islam Kalimantan Selatan karena dijadikan nama dua masjid terkenal di Banjarmasin, yaitu Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Masjid Jami Tuhfatur Raghibin atau Masjid Kanas.

Kitab Sabilal Muhtadin juga dijadikan rujukan pembelajaran ilmu fikih di kawasan Asia Tenggara. Karena kekaromahannya sebagai wali Allah, sejak kematiannya ratusan tahun silam hingga sekarang makamnya tak pernah sepi dari peziarah.

5.  Taman Hutan Raya Sultan Adam

Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Adam Mandiangin merupakan salah satu kawasan yang dijadikan sebagai hutan pendidikan UNLAM berdasarkan SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980 tanggal 31 desember 1980 dengan luas +2.000 hektar. Namun, selain sebagai kawasan hutan pendidikan, kawasan ini juga menjadi tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Tahura Sultan Adam Mandiangin termasuk salah satu alternatif wisata yang murah, hanya dengan membayar karcis masuk Rp. 5.000,-, pengunjung dapat menikmati fasilitas yang ada. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dengan kota, 45 kilometer dari pusat kota Banjarmasin dan sekitar 15 kilometer dari Banjarbaru. Tempat ini selalu dikunjungi oleh berbagai macam orang dengan tujuan yang berbeda, dari sekedar refresing sampai para organisasi kegiatan di alam. Kawasan yang menawarkan keindahan dan kesejukan alam pegunungan ini bisa di tempuh dengan mengunakan roda dua maupun roda empat. Tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan saja, namun juga menawarkan aliran sungai, mata air pegunungan yang mengalir jernih, dan beberapa air terjun. Fasilitas-fasilitas penunjang di lokasi ini juga mulai ditambah. Terdapat area parkir, warung-warung kecil penyedia makanan, dan penyewaan barang-barang untuk berkemah.

Terdapat beberapa air terjun di kawasan Tahura. Ada yang melewati jalan setapak menanjak dan tangga menurun.  Air terjun pertama yaitu bisa melalui jalan setapak bersemen menanjak di dekat kolam Belanda. Air yang jernih dan menyegarkan membuat pengunjung ramai bermain dan berendam sepuasnya. Objek yang satu ini juga mempunyai view yang bagus untuk obyek fotografi, tidak jarang para fotografer menjadikan lokasi ini sebagai lokasi favorit mereka untuk mengexplore alam. Air terjun kedua masih di sekitar kolam Belanda. Pengunjung harus menuruni anak-anak tangga yang terdapat di dekat warung-warung sekitar kolam Belanda. Sekitar 5 menit pengunjung akan disuguhkan oleh irama percikan air dan segarnya air pegunungan. Juga terdapat gajebo di sekitar air terjun untuk bersantai.

Berjalan turun lagi sekitar 5 menit dari air terjun, pengunjung dapat menyaksikan rusa di penangkaran rusa Mandiangin. Juga terdapat rumah panggung disana yang disekitarannya dipenuhi deretan pohon pinus yang sangat indah.

6.  Lembah Kahung

7.  Rumah Bubungan Tinggi Teluk Selong Ulu di Teluk Selong Ulu, Martapura Barat, Banjar
8.  Rumah Gajah Baliku Teluk Selong Ulu di Teluk Selong, Martapura, Banjar.
9.  Rumah Balai Bini Desa Teluk Selong Ulu di desa Teluk Selong Ulu, Martapura, Banjar.
10. Rumah Palimbangan Desa Pasayangan di Pasayangan, Martapura, Banjar.
11. Makam Datu Abulung di Martapura, Banjar.
12. Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung di Martapura, Banjar
13. Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Gambut, Banjar
14. Makam Sultan Adam di Kelurahan Jawa Martapura, Banjar
15. Makam Sultan Inayatullah di Kampung Keraton Martapura, Banjar

16. Makam Sultan Sulaiman Saidullah di Desa Lihung, Karang Intan, Banjar

Barito Kuala

1. Jembatan Barito

2. Jembatan Rumpiang

3.  Pulau Kembang

4.  Pulau Kaget
5.  Makam Haji Japeri
6.  Makam Panglima Wangkang di Marabahan, Barito Kuala
7.  Rumah Bulat (Rumah Joglo Desa Penghulu) di desa Penghulu, Marabahan, Barito Kuala
8.  Rumah Gajah Baliku Desa Penghulu

9. Makam Datuk Aminin

Hulu Sungai Selatan (Kandangan)

1. Tanuhi (kolam renang dan pemandian air panas alami)

2. Loksado

3. Masjid Su’ada di Wasah Hilir
4. Benteng Gunung Madang di Sei Madang
5. Makam Haji Saadudin di Taniran
6. Makam Datu Patinggi Mandapai
7. Makam Datu
8. Makam Tumpang Talu
9. Gedung Musyawaratutthalibin di Simpur
10. Rumah Bubungan Tinggi Desa Tibung di Kandangan
11. Rumah Bubungan Tinggi Desa Baruh Kambang di Negara, Daha Selatan
12. Rumah Bubungan Tinggi Desa Habirau di Daha Selatan
13. Rumah Perjuangan di Karang Jawa, Kandangan
14. Rumah Perjuangan di Durian Rabung
15. Rumah Bersejarah di Simpur
16. Monumen 17 Mei di Ni’ih

Hulu Sungai Tengah (Barabai)

1. Wisata Pagat

2.  Pemandian Air Panas Hantakan
3.  Gua Liang Hadangan
4.  Canting Langit
5.  Wisata Lok Laga Haruyan
6.  Masjid Keramat Pelajau
7.  Makam 23 Pejuang
8.  Makam Pangeran Kacil
9.  Makam Tumenggung Jayapati
10. Maulid Nabi Muhammad
11. Taman Makam Pahlawan Pagat
12. Taman Makam Pahlawan Birayang

Hulu Sungai Utara (Amuntai)

1. Candi Agung Amuntai di Paliwara
2.  Makam Datu Sulaiman
3.  Masjid Jami Sungai Banar
4.  Masjid Basar Pandulangan

Tapin (Rantau)

1. Goa Batu Hapu
2. Candi Laras di Kecamatan Candi Laras Selatan
3. Masjid Al-Mukarromah di Banua Halat Kiri, Tapin
4. Makam Datu Sanggul di Tatakan
5. Masjid Gadung Keramat
6. Rumah Bubungan Tinggi Desa Lawahan

Kotabaru

1. Gunung Bamega
2. Makam Ratu Intan di Bakau
3. Kompleks Makam Raja-raja di Kotabaru

Tanah Laut (Pelaihari)

1.  Gunung Kayangan
2.  Pantai Takisung
3.  Pantai Swarangan
4.  Pantai Batakan
5.  Benteng Tabanio
6.  Makam Keramat Istana
7.  Makam Datu Ingsat

Tanah Bumbu

1. Makam Syekh Haji Muhammad Arsyad
2. Makam Pangeran Agung
3. Pantai Angsana
4. Pantai Pagatan

Tanjung Tabalong

1. Kinarum

2.  Masjid Pusaka Banua Lawas
3.  Makam Datu Harung di Pembataan
4.  Makam Gusti Buasan di Tabalong
5.  Makam Penghulu Rasyid di Banua Lawas
6.  Makam Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari di Kelua
7.  Masjid Jami Puain Kanan di Tanta
8.  Goa Babi di Desa Randu, Muara Uya

Demikian saya informasikan tempat wisata di daerah kalimantan selatan.Semoga dapat membantu wisatawan lokal maupun macanegara (asing).

About the Author: Andi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianJapaneseRussian
error: Content is protected !!